Internet di Indonesia sudah lamban juga mahal

Selasa, 2 September 2014 01:02 Reporter : Dwi Andi Susanto
Internet di Indonesia sudah lamban juga mahal Internet. © Money.cnn.com

Merdeka.com - Apabila Menkominfo Tifatul Sembiring pernah bertanya tentang fungsi internet dengan koneksi cepat beberapa bulan lalu, kali ini ada satu jawaban dari badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Selaku Komisioner BRTI, Nonot Harsono mengatakan bahwa suatu bangsa memerlukan koneksi internet cepat di era teknologi maju seperti sekarang ini.

"Akses internet cepat dan murah merupakan jalan tol menuju kemakmuran bangsa. Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) adalah penggerak ekonomi dunia," ujar Nonot dalam diskusi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin (01/09).

Sebagian besar industri negara maju bergerak dalam bidang TIK. Industri tersebut didominasi oleh generasi muda.

"Kalau internetnya tidak cepat, ekonomi kreatif sulit untuk maju. Sayangnya, internet di Tanah Air jauh dari kata cepat. Kecepatan internet di Tanah Air nomor 132 di dunia," jelasnya.

Tidak hanya masalah koneksinya yang lamban saja, harga internet di Indonesia boleh dikatakan cukup mahal yakni Rp 1 per kilo byte.

Beberapa kendala yang menyebabkan internet di Tanah Air lambat yakni banyaknya pungutan yang dibebankan kepada operator, mulai dari kewajiban bayar BHP frekuensi hingga pungutan Pemda.

"Internet semakin cepat, maka semakin menggerakkan ekonomi kreatif," jelas dia.

Internet yang semakin cepat juga memudahkan koordinasi pusat ke daerah, membuka lapangan kerja online, transparansi dan akuntabilitas pemerintah, menghemat biaya perjalanan dan menyatukan seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Nonot perlu ada penataan dalam infrastruktur TIK, organisasi dan sumber daya manusia.

"Cara pandang mengenai Kementerian Komunikasi dan Informatika juga harus diubah. Kominfo bukan Departemen Penerangan, Kominfo adalah kementerian teknis," tutur dia. [das]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini