Innovating Jogja pilih tiga pemenang untuk ikut program inkubasi

Rabu, 9 November 2016 17:20 Reporter : Syakur Usman
Innovating Jogja pilih tiga pemenang untuk ikut program inkubasi Para peserta Innovating Jogja 2016. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Tiga ide bisnis dipilih dari dua belas untuk maju ke tahap selanjutnya berupa program inkubasi di Program Innovating Jogja 2016. Ketiga ide bisnis itu adalah Wastraloka (produk lukis motif batik pada kaleng); Janedan (tas kulit anak minimalis tanpa jahit dan lem); dan Beaver & Beavers Woodworking (alat pameran sistem knock-down). Para peserta dipilih berdasarkan konsep, produk dan jasa dari sektor batik, kulit dan kerajinan, serta ide-ide TIK (teknologi informasi dan komunikasi) yang relevan dengan ketiga sektor industri tersebut.

Ketiganya dipilih sebagai pemenang, setelah sukses mencuri perhatian juri dari segi potensi pasar, peluang pendanaan, operasionalisasi produk, komitmen, dan kinerja selama program berlangsung.

Satryo Soemantri Bordjonegoro, Key Expert on Innovation and Technology dari EU-Indonesia Trade cooperation Facility (TCF) mengatakan, kedua belas peserta terpilih adalah pemenang di bidangnya, tapi kami memilih tiga yang perlu dibantu melalui proses inkubasi sesuai potensi dan kapasitas yang saat ini ada di Balai Besar Batik dan Kerajinan.

"Seluruh pemenang diharapkan dapat mengembangkan bisnisnya dan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain, sehingga meningkatkan daya saing industri dan perdagangan, khususnya pada sektor industri batik, kulit dan kerajinan. Bagi mereka masuk inkubasi, akan mendapatkan pembinaan dan diupayakan masuk ke dalam pipeline bisnis Bank BNI," ujar Satryo dalam keterangan persnya, kemarin.

Program Innovating Jogja diluncurkan pada Juli lalu. Ini merupakan proyek percontohan dari inisiatif bersama badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian dan TCF dari Uni Eropa, bekerja sama dengan Bank BNI.

Kompetisi juga melibatkan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM), Politeknik Negeri ATK Yogyakarta, Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI), Asosiasi Pengembangan Industri Kerajinan Rakyat Indonesia (APIKRI), Balai Besar Batik dan Kerajinan (BBBK), Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKP), serta beberapa pebisnis Yogyakarta seperti Salim Silver, Gendhis Bag, dan Batik Winotosastro sebagai anggota dewan juri.

TCF merupakan proyek senilai 12,5 juta Euro yang didanai oleh Uni Eropa, yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas institusi pemerintah dalam meningkatkan iklim perdagangan dan investasi di Indonesia, serta berkontribusi dalam membangun ekonomi dalam jangka panjang secara berkelanjutan. Proyek tersebut terdiri dari enam komponen yang dinilai penting dalam meningkatkan kinerja perdagangan internasional Indonesia.

Salah satu komponen tersebut adalah pemberian dukungan kepada tiga Kementerian/Lembaga Pemerintah terkait teknologi dan inovasi, yaitu: Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta bekerja sama untuk menciptakan proses keilmuan, teknologi dan inovasi dalam jangka panjang dan yang berkelanjutan di Indonesia. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini