Ini peran vital istirahat yang menentukan kesuksesan start-up

Senin, 26 Oktober 2015 19:05 Reporter : Bramy Biantoro
Ini peran vital istirahat yang menentukan kesuksesan start-up Ilustrasi kerja lembur. Shutterstock/sakkmesterke

Merdeka.com - Di era millenial ini, banyak pemilik start-up yang mempunyai beberapa aplikasi atau usaha sekaligus. Dampaknya, pengusaha yang idealis tidak berhenti bekerja bahkan saat matahari terbenam. Pertanyaannya, apakah bekerja '24/7' baik untuk pertumbuhan start-up? Tentu tidak.

Bekerja tanpa kenal waktu membuat tubuh kelelahan. Parahnya, banyak dari pengelola start-up melupakan waktu istirahat demi terus kemajuan usaha mereka. Sayangnya, pola kerja semacam ini sangat berdampak pada perkembangan start-up, khususnya bagi start-up yang berbasis layanan.

Dalam start-up dan industri kreatif lainnya yang dibutuhkan adalah kesadaran sepenuhnya akan alur kerja, kemampuan, dan batasan diri sebagai manusia dan individu. 'Kesadaran' itu bisa menuntun pengelola start-up memaksimalkan kerja tanpa melemahkan diri saat bangun keesokan paginya.

Jika Anda sebagai pengelola start-up tetap memaksakan diri dan melupakan istirahat, hal-hal buruk dipastikan bakal menghantui. Berikut dampak buruknya berdasarkan artikel Alexander Lee dari Channel NewsAsia.

  • Kurang tidur dapat memperpendek ingatan, merusak ingatan jangka panjang dan mengurangi efek mood positif karena kurangnya durasi tidur. Akan sangat sulit bagi Anda untuk mengingat apa yang dikatakan rekan Anda pada rapat jam 8 pagi tadi dengan durasi tidur yang hanya 5 jam.
  • Fungsi otak kognitif juga dapat rusak akibat efek jangka panjang dari rusaknya jaringan penghubung antar sel-sel di otak akibat kurangnya tidur.
  • Kurang tidur juga erat kaitannya dengan banyak isu kesehatan mental seperti insomnia, depresi, dan kecemasan. Seperti biasacobalah mencegahnya. Kurangnya waktu tidur juga dapat berisiko sakit jantung, diabetes, serangan jantung, gagal jantung, tekanan darah tinggi, bahkan stroke.
  • Apabila ini dibarengi dengan pola makan yang buruk seperti burger, kentang goreng, dan makanan cepat saji, tentunya Anda sudah berhasil mendapat resep mematikan untuk kesehatan yang memperburuk kondisi tubuh dan mengundang penyakit lain.

Selain soal pola istirahat, kerjasama tim juga sangat penting. Sangat menyusahkan apabila ada seseorang dari tim yang tidak bekerja dengan maksimal pada hari-hari yang membutuhkan usaha 110% seperti peluncuran produk atau rapat kenaikan penjualan.

Maka itu, sebagai seorang pengusahadalam mengelola usaha, terlebih dahulu kelola lah kesehatan diri Anda, sehingga Anda tidak akan mengambil keputusan-keputusan buruk yang akan merusak pekerjaan Anda.

Steve Jobs mungkin pernah tidur di bawah meja kerjanya, namun paling tidak dia mendapat istirahat yang cukup. Jangan lupa untuk menjaga tim Anda, karena mata rantai yang lemah bisa menyebabkan rusaknya keseluruhan jaringan yang sudah dibangun. [bbo]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini