Ini penjelasan ilmiah mengapa kita ikut sedih 'Brangelina' cerai

Senin, 26 September 2016 07:30 Reporter : Indra Cahya
Ini penjelasan ilmiah mengapa kita ikut sedih 'Brangelina' cerai Brad Pitt dan Angelina Jolie. © ibtimes.com

Merdeka.com - Beberapa hari yang lalu, berita tentang cerainya Brad Pitt dan Angelina Jolie benar-benar menggemparkan dunia. Tak ada yang menyangka hal tersebut akan terjadi, dan mereka ikut sedih akan terjadinya hal tersebut.

Sosial media pun gempar, dan berbagai rumor tentang mengapa pasangan selebritis papan atas tersebut bercerai bermunculan.

Namun pertanyaan terbesar sebenarnya bukan mengapa Brad Pitt dan Angelina Jolie cerai, namun mengapa kita begitu bersedih dengan cerainya orang yang bahkan tak kenal da tak pernah kita temui?

Ternyata dari bidang ilmiah, tepatnya kajian psikologi, ternyata semua kesedihan dan empati kita kepada hubungan cinta selebriti adalah indikasi dari 'hubungan parasosial'. Teori yang pertama kali dicanangkan oleh Donald Horton dan Richard Wohl di tahun 1956 ini, menyebutkan bahwa komunikasi antara masyarakat biasa dengan selebritis bersifat satu arah. Hal ini dikarenakan perilaku seleb bisa kita konsumsi dan kita amati sebagaimana kita menggunakan media. Sebaliknya, perilaku kita sebagai pengguna media tak bisa diamati oleh seleb.

Hal inilah yang menyebabkan kita merasa dekat dengan seleb idola kita meski berinteraksi secacar langsung adalah hal yang mustahil.

Implikasi hubungan parasosial ini terjadi karena 'kebingungan identitas' yang terjadi di masyarakat tentang asumsi mereka terhadap selebriti. Seringkali selebritis haya menjadi seorang 'karakter' dan seringkali juga mereka hanyalah manusia biasa. Seringkali juga ketika sang seleb berada di dalam karakter yang ia bentuk, masyarakat mengonsumsinya seakan-akan sang seleb hanyalah manusia biasa.

Hal inilah yang membuat kita ikut sedih ketika Brad dan Angelina cerai; kita melihat mereka sebagai penggabungan antara karakter dan manusia biasa. Dua hal tersebut sama sekali terpisah.

Perceraian yang sejatinya adalah masalah manusia biasa, bisa terjadi di pasangan manapun, termasuk seleb. Sementara kita melihat perceraian tersebut seperti layaknya Brad dan Angelina sedang memainkan karakter pasangan di film romansa yang dua karakternya 'tak boleh' cerai jika ingin film tersebut berakhir bahagia.

Hal ini pun dirasakan hampir semua orang, yang tingkat konsumsinya terhadap media juga besar. Berdasarkan riset tahun 2006 yang dipublikasikan di All Academic, 75 persen anak muda punya 'koneksi yang kuat' pada 2 atau 3 seleb. Koneski ini muncul dari kesamaan mereka atau terdorongnya mereka atas etos kerja mereka, ide kreatif mereka, serta dorongan keluar dari kebiasaan buruk atau bagaimana mereka menjalani gaya hidup sehat. [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini