Ini kata startup Indonesia soal antusias investor di Silicon Valley

Sabtu, 31 Oktober 2015 12:29 Reporter : Fauzan Jamaludin
Ilustrasi Startup. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak tanggal 25 Oktober 2015 lalu, rombongan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, serta beberapa pendiri startup asal Indonesia berkunjung ke Silicon Valley, Amerika Serikat.

Ada Nadiem Makarim (Go-Jek), Ferry Unardi (Traveloka), Andrew Darwis (Kaskus), William Tanuwijaya (Tokopedia), hingga Emirsyah Satar (Mataharimall). Dalam kunjungannya bersama para startup Indonesia itu, lebih banyak diskusi mengenai potensi dan peluang industri e-commerce dengan beberapa Venture Capital (VC).

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Traveloka, Ferry Unardi, mengatakan, kunjungan tersebut bisa menjadi langkah awal yang baik bagi pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan startup tanah air. Dengan adanya lawatan ini, Ferry juga berharap dapat menginspirasi startup dalam negeri untuk terus maju.

"Saya percaya Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun industri teknologi seperti Silicon Valley. Pertumbuhan positif yang dicapai oleh Traveloka dan beberapa startup lain menjadi bukti bahwa kita mampu bersaing. Saya rasa ini semua bisa terwujud karena didukung oleh talenta muda Indonesia yang memiliki semangat juang serta visi besar untuk memajukan bangsa lewat teknologi," tambah Ferry kepada Merdeka.com dalam keterangan resminya, Sabtu (31/10).

Senada dengan pernyataan Chairman dari Mataharimall, Emirsyah Satar, yang mengatakan jika lawatan ini merupakan dukungan dan wujud komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekosistem perekonomian digital Indonesia.

"Kami senang kunjungan ke Silicon Valley ini berbuah manis. Kerja keras technopreneur di Indonesia berhasil menjadikan Indonesia dipandang sebagai sebuah negara yang berpotensi menjadi pusat ekonomi digital di Asia. Kami menyambut baik ketertarikan berbagai VC terdepan di Amerika Serikat untuk turut serta menjadi bagian dalam meningkatkan pertumbuhan ekosistem perekonomian digital Indonesia. Bersama-sama, kami akan wujudkan visi Indonesia untuk ciptakan lebih banyak technopreneur handal. Sebagai sebuah e-commerce dengan visi menjadi e-commerce terdepan di Indonesia, MatahariMall merasa terhormat menjadi bagian dari lawatan ini," tambah Emirsyah Satar.

Sebelumnya, Menkominfo mengatakan ingin menciptakan 1.000 teknopreneur hingga 2020 dan memajukan ekonomi digital Indonesia sebagai yang terbesar di ASEAN. Diperkirakan pada tahun 2020, nilai transaksi e-commerce di Indonesia akan mencapai USD 130 milyar. [lar]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Teknologi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini