Ini dia 5 fakta keliru soal TV plasma

Sabtu, 28 Juni 2014 06:00 Reporter : Bramy Biantoro
Ini dia 5 fakta keliru soal TV plasma 5 fakta plasma TV. ©2014 Ubergizmo & Deviantart

Merdeka.com - Musim piala dunia sedang hangat-hangatnya. Banyak diadakan acara nonton bareng menggunakan berbagai media tayang, TV plasma contohnya.

TV plasma yang mayoritas berukuran 30 inci (sekitar 76 cm) ke atas memang dianggap mampu menampilkan gambar kualitas high definition dalam layar lebar dengan tingkat kecerahan yang baik, setara dengan TV yang menggunakan layar LCD.

Menariknya, ada banyak orang yang mengasosiasikan penggunaan TV plasma dengan derajat tinggi maupun kekayaan yang melimpah. Tetapi tidak sedikit pula yang menghubungkan TV plasma dengan berbagai kabar miring. Kabar-kabar yang tersebar juga tergolong salah kaprah dan menyesatkan para calon pembeli yang akan menggunakan perangkat hiburan berbasis gas tersebut.

Berikut adalah 5 fakta yang salah terkait dengan penggunaan TV plasma yang sering menimpa calon pembeli.

1 dari 5 halaman

TV plasma kalah awet dengan LCD TV

5 fakta plasma TV. ?2014 Ubergizmo & Deviantart

Pada awal kemunculannya, TV plasma memang sempat membuat konsumen khawatir akibat insiden-insiden terbakarnya komponen layar yang bisa menyebabkan meningkatnya dead piksel serta burn image atau bekas gambar yang tersisa akibat panas berlebihan pada layar. Kedua hal tersebut dikabarkan sangat jarang terjadi di sektor LCD TV.

Ternyata daya tahan TV plasma tidak seburuk yang digambarkan. Produsen TV plasma kenamaan macam Panasonic diketahui sudah meningkatkan umur dari TV plasma hingga 60.000 jam hampir sama dengan LCD TV yang rata-rata berumur 60.000 hingga 75.000 jam.

Jika Anda memutuskan untuk menonton TV plasma 8 jam sehari, maka TV tersebut bisa bertahan hingga 20 tahun lebih sebelum akhirnya rusak dan harus diganti

2 dari 5 halaman

TV plasma sebarkan radiasi yang berbahaya

5 fakta plasma TV. ?2014 Ubergizmo & Deviantart

Berbeda dengan LCD TV yang menggunakan sejenis cairan untuk bahan layarnya, TV plasma menggunakan semacam gas bermuatan ion yang disebut plasma.

Berangkat dari fakta itulah terdapat kabar miring yang menyatakan jika TV plasma mampu menyemburkan radiasi berbahaya bagi penonton. Oleh sebab itu, muncul sebuah aturan yang mengharuskan menonton berjarak beberapa meter dari TV.

Semua hal tersebut salah, karena TV plasma hanya mengeluarkan sedikit pancaran radiasi ultraviolet, hanya sekitar satu inci saja dari layar. Coba bandingkan dengan TV konvensional yang masih menggunakan tabung elektron.

Perlu diketahui jika TV tabung lah yang sejatinya mengeluarkan banyak radiasi karena memang sistem kerja TV ini menembakkan radiasi pada tabung untuk mampu memproyeksikan suatu gambar.

3 dari 5 halaman

TV plasma mahal dan meningkatkan konsumsi listrik

Ilustrasi Uang. ?2014 Merdeka.com

Konsep ini termasuk yang paling salah. Karena harga TV plasma dan LCD TV mengalami tren penurunan beberapa tahun belakangan. Saat ini sudah banyak ditemukan TV plasma dengan harga di kisaran Rp 5 juta rupiah. Bahkan secara umum, sering kali harga dari LCD TV maupun LED TV terlihat lebih mahal dari pada TV plasma.?

Memang benar adanya jika TV plasma cenderung lebih panas dari pada LCD TV, sehingga dianggap lebih boros daya listrik. Tetapi perlu diketahui jika perbedaan konsumsi dayanya tidaklah terlalu besar. Di beberapa kasus, LCD TV dapat menghasilkan lebih banyak panas dari layar ketika menggunakan pengaturan layar manual.

4 dari 5 halaman

Perawatan TV plasma sangat sulit

5 fakta plasma TV. ?2014 Ubergizmo & Deviantart

Bagai sebagian kalangan orang awam, terdapat suatu mitos yang menyatakan jika TV plasma harus diisi plasma atau gas di layarnya dalam beberapa jangka waktu tertentu. Itu adalah konsep yang tidak masuk akal!

Meskipun sering mengeluarkan panas yang lebih ketimbang TV yang lain, nyatanya tidak ada yang perlu diganti secara berkala pada TV jenis ini. Anggapan tersebut kemungkinan muncul sebagai strategi marketing toko elektronik untuk menambah waktu garansi toko yang bisa menambah pundi-pundi kekayaan mereka.

Di sisi lain, TV plasma memang sedikit lebih sulit untuk di pasang maupun dipindahkan di banding LCD TV, terutama untuk konsumen yang menginginkan TV plasma terpasang di dinding atau tempat dengan ketinggian tertentu. Tetapi kini seiring dengan bertambahnya ukuran LCD TV, masalah yang sama juga menghinggapi pemasangan LCD TV.

Satu hal yang mungkin memang harus diperhatikan adalah perawatan layar TV plasma. Terutama saat membersihkan layar dari TV plasma sebaiknya tidak perlu menekan terlalu keras layar. Hal tersebut dapat meningkatkan resiko pecahnya layar, dan jika layar retak pun, TV plasma sudah tidak dapat digunakan lagi.?

5 dari 5 halaman

Kualitas gambar TV plasma kalah dibanding LCD TV

5 fakta plasma TV. ?2014 Ubergizmo & Deviantart

Kenyataannya adalah kedua jenis TV tersebut akan memberikan tampilan layar yang sangat tajam dan berwarna di tipe layar datar. Secara umum, TV plasma dapat menghadirkan kombinasi warna yang lebih baik dari pada LCD TV. Bahkan untuk tingkat kecerahan dan kepekatan warna hitam pada background layar.

Di sisi lain LCD TV terkenal lebih unggul dalam hal ketajaman gambar, serta tidak mempunyai potensi 'layar terbakar' seperti pada TV plasma. Untuk saat ini, tingkat kualitas ketajaman TV plasma terutama bila terkena sinar matahari juga meningkat. Karena memang para produsen TV plasma sudah mulai menambahkan teknologi kaca yang lebih mampu menangkal kesan silau bia terkena cahaya matahari.

Oleh karena itu, tidak lah benar jika menganggap LCD TV jauh lebih baik dari pada TV plasma, karena keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. [bbo]

Baca juga:
Ada neraka di bawah kaki manusia?
Sekarang, pengguna iPad dapat bermain seks dengan gadgetnya
Xenom rilis notebook Siren SR14i, usung Intel 5200 Iris Pro
Subaru pamer kehandalan teknologi Symmetrical All Wheel Drive
Berapa jumlah pengguna Android saat ini?

Topik berita Terkait:
  1. Teknologi
  2. Top List
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini