Ini 3 startup asal Semarang yang lolos ke final The NextDev Talent Scouting 2018

Minggu, 13 Mei 2018 10:03 Reporter : Syakur Usman
Ini 3 startup asal Semarang yang lolos ke final The NextDev Talent Scouting 2018 The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Program The NextDev Talent Scouting di semarang, Jumat (11/5), meloloskan tiga perusahaan rintisan alias startup ke babak final yang akan digelar Oktober mendatang di Jakarta. Mereka adalah Tumbasin, Qappas, dan Dukapedia.

Ketiga finalis itu berhasil memukau dewan juri dengan konsep social impact, sehingga diangap lebih unggul dari 17 startup lain asal ibukota provinsi Jawa Tengah ini. Dewan juri di kota kedua program kompetisi starup lokal dari Telkomsel ini terdiri dari Steve Saerang (Telkomsel), Dennis Adhiswara (CEO Layaria Network), Yoris Sebastian (Founder OMG Consulting), Alfatih Timur (CEO KitaBisa.com), David Soukhasing (Director of ANGIN), dan Dayu Dara Permata (Senior Vice President Go-jek).

Dayu Dara Permata, yang kali pertama menjadi juri di The NextDev Talent Scouting ini mengaku terkesan dengan seluruh startup yang melakukan presentasi di Semarang. Sebab ide-idenya kreatif dengan eksekusi detail. Bahkan beberapa founder-nya tampil di panggung dengan passionate tinggi.

Ada beberapa variabel yang digunakan dewan juri saat memilih tiga startup itu lolos ke Jakarta. Pertama, pasar yang dituju startup itu sebenarnya ada atau tidak. Kedua, problem yang disampaikan mereka real atau tidak. Ketiga, bagaimana platform atau aplikasinya menawarkan solusi yang efektif. Keempat, apakah startup-nya sudah ada traction alias memiliki real customer, dan terakhir, tim atau people di dalam startup yang lengkap.

Dia mencontohkan, ada beberapa startup tidak lengkap timnya karena yang tidak memiliki chief technology ofifier/CTO. Ini penting jika startup Anda ingin membuat aplikasi. "Buat yang lolos, keep going on the track. sedangkan yang belum berhasil try again ya," pungkas Dayu yang juga Co-Founder Go-Life, pada Merdeka.com, usai pengumuman penjurian.

Salah satu startup pemenang asal semarang itu adalah Qappas, yakni platform software as a service (SaaS) yang menyasar UMKM di Semarang yang ingin naik kelas dan ekspansi ke pasar global. Donni membangun Qappas bersama tiga founder lain; Riri, Devid, dan Fariz pada Mei tahun lalu.

The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang ©2018 Merdeka.com


Sarjana ekonomi jebolan Universitas Diponegoro ini merasa senang bisa lolos ke tahap final picth deck di Jakarta, sebab para peserta Semarang ini bagus-bagus. "Kunci sukses kami adalah lebih siap dan tahu siapa kustomer kami, sehingga konsep social impact Qappas lebih dirasakan oleh dewan juri," ungkap Donni yang memimpin lima orang di Qappas.

Qappas sendiri baru berumur satu tahun, sejak dirintis Mei tahun lalu. Sejak Januari tahun ini, Qappas sudah masuk ke pasar dengan memiliki 100 kustomer UMK dan 10 klien besar. "Visi kami ingin membawa produk UMKM menjadi produk global," pungkas Donni.

Program The NextDev Talent Scouting 2018 merupakan salah satu dari kegiatan The NextDev Telkomsel, selain The NextDev Academy. Ini ajang pencarian startup pengembang aplikasi digital dengan tema besar Social Impact dengan persyaratan utama dapat menghadirkan dampak sosial positif bagi masyarakat di berbagai sektor. Misalnya, pendidikan, pemerintahan, lingkungan, kesehatan, transportasi, pariwisata, energi, agrikultur, dan perdagangan.

Para peserta The NextDev Talent Scouting ini akan diberi kesempatan buat mempresentasikan ide-ide brilian mereka dalam Pitching Day. Fase ini berlangsung mulai April sampai Oktober 2018 di tujuh kota, yakni Surabaya, Semarang, Denpasar, Batam, Samarinda, Yogyakarta, dan Jakarta.

Kemudian para startup terbaik dari setiap kota akan diadu lagi pada Final Pitching Day di Jakarta pada Oktober 2018. [ara]

Topik berita Terkait:
  1. The NextDev
  2. Semarang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini