Infrastruktur segera dibangun, mobil otomatis akan dominasi jalanan

Rabu, 2 Maret 2016 10:12 Reporter : Indra Cahya
Infrastruktur segera dibangun, mobil otomatis akan dominasi jalanan Mobil otomatis. © betanews.com

Merdeka.com - Belakangan ini produsen mobil berbondong-bondong untuk menerapkan teknologi 'self-driving' pada unit kendaraannya. Meskipun tak semua pabrikan tertarik dengan teknologi ini, namun sebagian besar ingin mobil keluaran pabriknya bisa dikendalikan oleh sebuah aplikasi.

Salah satu brand mobil yang menerapkan teknologi tersebut pada kendaraannya adalah Jaguar Land Rover. Dilansir dari Mashable (02/02), Jaguar Land Rover melakukan uji coba pada lima kendaraan untuk mencoba konektivitas dan 'self-driving.'

Namun masa depan teknologi ini tak hanya sebatas menghindari batu di jalan. Jaguar Land Rover sendiri telah menyumbang dana sebesar USD7,9juta untuk memanfaatkan sistem vehicle-to-vehicle, dan vehicle-to-infrastructure yang akan dipasang di jalan raya. Sistem ini akan mengirim informasi tentang kemacetan dan kondisi jalan kepada kendaraan.

Langkah yang ditempuh JLR ini cukup penting, pasalnya sebelum mobil self-driving bisa mendominasi jalan raya, harus ada teknologi dan infrastruktur yang memadai untuk mendukungnya. Terlebih lagi, telah ada kasus kecelakaan yang menimpa mobil otomatis beberapa waktu lalu. Meski minor, hal ini tentu bisa diatasi jika infrastruktur mendukung.

Dengan ini diharapkan jalan raya di masa depan hanya diisi oleh mobil yang terkoneksi jaringan. Kendaraan ini memungkinkan kita untuk duduk dengan rileks tanpa harus tegang karena berhadapan dengan padatnya lalu lintas. Bahkan kita bisa menikmati sajian entertainment sambil menunggu perjalanan kita sampai pada tujuan.

Sebelumnya, aspek infrastruktur juga dikembangkan oleh sang pionir mobil otomatis, Google.

Tidak cukup dengan hanya mengembangkan mobil otomatis, Google ternyata masih tetap berinovasi di kendaraan canggihnya tersebut. Kali ini di aspek bahan bakar.

Dilansir dari The Verge (5/2), Google sedang dalam proses memasang sebuah sistem isi daya nirkabel untuk proyek mobil otomatis terbarunya. Proyek ini dikembangkan karena jika mobil sudah bisa menyetir secara otomatis, mencolokkan kabel untuk mengisi daya adalah hal yang mengurangi kepraktisan kendaraan tersebut.

Dalam pengerjaannya, Hevo Power dan Momentum Dynamics dipasang. Keduanya adalah komponen yang menawarkan sistem yang dapat mengisi daya mobil, truk dan bus, hanya dengan menggunakan piringan yang dipasang di jalan raya. Mobil hanya tinggal menepi dan membiarkan receiver yang dipasang di bagian bawah mobil untuk mengisi battery pack.

Sebenarnya konsep ini tak jauh beda dengan mengisi daya untuk smartphone yang biasa kita miliki. Perbedaannya hanyalah ini ada dalam skala lebih besar. Sekali mengisi daya, sistem Momentum Dynamics bisa mentransmisikan 200 kilowatt tenaga untuk baterai.

Nantinya mobil otomatis dengan sistem pengisian daya nirkabel akan lebih tersegmen untuk penggunaan rumahan atau kantor. Hal ini dikarenakan proses charging akan lebih mudah dibandingkan penggunaan mobil otomatis untuk transportasi umum dengan mobilitas tinggi. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Teknologi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini