IDOS, OS buatan Advan diklaim sesuai kebutuhan pengguna

Senin, 17 April 2017 15:51 Reporter : Fauzan Jamaludin
IDOS, OS buatan Advan diklaim sesuai kebutuhan pengguna IDOS, OS asli Indonesia. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Advan baru saja memperkenalkan operating system (OS) yang diklaim memiliki ciri khas sendiri dibandingkan dengan produsen smartphone lain. OS yang mereka sebut dengan Indonesia Operating System (IDOS) ini sejatinya merupakan pengembangan dari basic Android Marshmallow 6.0. Pengembangan OS mereka ini diakui sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.

"Kurang lebih, semua merek memiliki spesifikasi yang hampir sama. Tapi kita melihat, kebutuhan orang Indonesia tidak hanya dari sisi spesifikasi saja. Ada dari fitur dan kegunaannya. Nah, IDOS ini OS yang mewakili kebutuhan konsumen di Indonesia," jelas Tjandra Lianto, Marketing Director Advan saat media briefing di Jakarta, Senin (17/4).

Dikatakan Tjandra, salah satu fitur yang menjadi keunggulan dari IDOS ini adalah keamanannya. Hal itu diakui mereka jutaan bugs saat mengembangkan proteksi keamanan data telah diselesaikan timnya yang berada di Jakarta dan Semarang. Bahkan, dia sesumbar IDOS yang digunakan di Advan G1 ini telah sempurna sehingga akan melanjutkan pengembangan ke IDOS 7 untuk smartphone anyarnya nanti.

"Selain itu, keberadaan IDOS menjadikan tampilan antar muka ponsel berbeda," kata dia.

Terpisah, menurut pengamat gadget Lucky Sebastian, pada dasarnya IDOS yang diciptakan Advan bukan sesuatu yang baru. Pasalnya, beberapa produsen smartphone seperti Xiaomi, Huawei, dan Samsung juga telah melakukan hal serupa. Terlebih, IDOS itu lebih tepat disebut dengan User Interface (UI) atau Antar Muka.

IDOS, OS asli Indonesia 2017 Merdeka.com

"Basisnya sama Android, dan pada UI ini mereka membenamkan desain dan fitur tambahan yang berbeda, supaya memiliki ciri khas. Bahkan, Polytron juga melakukan hal yang sama dengan Vira OS. Mungkin dengan sebutan OS dibelakangnya, kesannya lebih berbobot," ungkap dia kepada Merdeka.com saat dihubungi melalui pesan singkat.

Kendati begitu, bukan berarti IDOS ini tak bagus. Kata Lucky, usaha Advan perlu dihargai. Sebab, membuat UI bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi mengintegrasikan fitur-fitur yang bisa menambah kemudahan pemakaian sebuah device. Hanya saja dia menyarankan, jika UI jangan terlalu banyak dikustomisasi. Hal itu bisa menyebabkan smartphone sangat berat dan menghabiskan resource saat booting dimulai.

"Jadi memang harus pintar-pintar membuat UI yang berguna, tetapi tidak membebani kinerja OS. UI juga bisa menjadi penghambat upgrade OS, karena ketika ada update yang baru, misal android Marshmallow ke Nougat, harus dibuat lagi integrasi UI yang baru dan cocok dengan OS baru. Pekerjaan yang lebih banyak dibanding sekedar ikut OS standar android," terang dia. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Smartphone
  2. Advan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini