Huawei sebut tempati urutan kedua paten terbanyak di Eropa

Selasa, 25 April 2017 13:38 Reporter : Fauzan Jamaludin
Huawei sebut tempati urutan kedua paten terbanyak di Eropa Huawei. © phoneopinions.com

Merdeka.com - Huawei mengklaim telah berhasil menghasilkan sejumlah paten untuk industri telekomunikasi. Pengakuannya itu mereka sebutkan atas dasar dari Laporan Tahunan European Patent Office (EPO) di tahun 2016.

Dari data itu, Huawei menempati urutan kedua di Eropa dengan 2.390 paten yang diajukan, mengungguli Microsoft dan Samsung. Dalam bidang komunikasi digital, Huawei berada di peringkat lebih tinggi dari Ericsson dan Qualcomm.

Saat ini, Huawei telah memiliki lebih dari 62.519 hak paten, mengajukan 57.632 paten di China, dan 39.613 paten di luar negeri dimana lebih dari 90 persen merupakan penemuan terbaru dari Huawei.

"Sebagai perusahaan teknologi, kami memiliki keunggulan teknologi yang kuat dan terbukti dari jumlah paten yang kami miliki, kapasitas penelitian dan inovasi, serta revolusi produktifitas yang nyata dalam jajaran smartphone Huawei,” ujar Johnson Ma, Country Director Huawei Consumer Business Group dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/4).

Ma juga mengatakan, area penelitian dan inovasi juga merupakan aspek lain yang menjadi fokus dari Huawei. Dipaparkannya, Huawei memiliki 15 lembaga penelitian dan 13 laboratorium terbuka di seluruh dunia, sekitar 80 ribu peneliti dan ilmuwan, dan telah berinvestasi sebanyak lebih dari USD 45.5 miliar untuk riset dan pengembangan selama dekade terakhir.

"Produsen smartphone yang akan dapat bertahan di masa depan adalah mereka yang dinyatakan kuat dalam sisi teknologi, mampu beradaptasi terhadap perubahan dan responsif terhadap tuntutan pengguna. Itulah alasan mengapa Huawei memiliki strategi yang visioner dengan tujuan agar smartphone kami sesuai dan cocok untuk para pengguna," katanya.

Terlepas itu, pengakuannya patut diacungi jempol. Namun sayangnya, ponsel terbarunya selalu telat masuk pasar Indonesia. Sebagai contoh P9. Semenjak diperkenalkan pada April 2016, P9 butuh waktu selama 8 bulan untuk benar-benar masuk pasar Indonesia.

Apalagi produk keluaran barunya P10 yang pada Februari 2017 secara resmi sudah dirilis di global. Tapi hingga saat ini tak kunjung masuk pasar Indonesia. Padahal, Henry Hsu, COO Consumner Business Group Huawei untuk wilayah South Pacific saat acara peresmian P9 pernah mengatakan untuk yang akan datang smartphone flagship Huawei akan lebih cepat beredar di Indonesia. Tak akan membutuhkan waktu lama lagi seperti halnya Huawei P9 ini.

“Kami akan rakit di Indonesia dan kami jamin akan lebih cepat rilis di pasar Indonesia,” jelas dia pada kesempatan saat itu. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Huawei
  2. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini