Huawei ingin berkontibusi pengembangan SDM TI di Indonesia

Senin, 27 Maret 2017 15:02 Reporter : Fauzan Jamaludin
Huawei ingin berkontibusi pengembangan SDM TI di Indonesia Program Huawei di Indonesia. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sudah menjadi rahasia umum jika Sumber Daya Manusia (SDM) memang menjadi kunci sukses sebuah bangsa. Terutama di sektor Teknologi Informasi (TI) yang saat ini tengah booming.

Maka dari itu, Huawei sebagai enabler di bidang TI, ingin berkontribusi meningkatkan skill SDM Indonesia bekerja sama dengan tujuh universitas di negeri ini dalam program SmartGen. Ketujuh universitas itu adalah UI, ITB, UGM, Tel U, UNDIP, UNPAD, dan ITS.

"Kami sangat memercayai betapa pentingnya program transfer ilmu pengetahuan melalui program pelatihan untuk melahirkan generasi muda yang menjanjikan," ujar CEO Huawei Indonesia, Liu Haosheng di Jakarta, Senin (27/3).

Nantinya, kata dia, mahasiswa dari ketujuh universitas itu akan mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di antaranya kunjungan universitas untuk berbagi pengetahuan teknologi TI, Menjajal pengalaman dalam menggunakan TI milik Huawei, smart campus consultancy, pengalaman bekerja selama dua minggu di kantor pusat Huawei, dan student internships

"Melalui program ini, generasi muda dapat memiliki akses terhadap teknologi TIK terbaru dan dapat menjadi kekuatan mengembangkan ekonomi digital Indonesia," jelasnya.

Di tahun ini direncanakan 200 mahasiswa dari tujuh universitas itu akan mengikuti program ini. Dalam acara itu hadir pula Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Menkominfo berharap nantinya yang mengikuti acara ini adalah mahasiswa mahasiswa yang bukan tingkat akhir.

"Kalau bisa yang baru semester 4 yang ikut dalam kegiatan ini," ungkapnya.

Sisi Lain

Langkah Huawei itu, selain disambut baik oleh Menkominfo, juga memang apa yang dilakukan perusahaan asal Tiongkok ini sudah menjadi kewajiban mereka. Pasalnya, Huawei sebagai market leader dalam teknologi selular di Indonesia, perlu untuk berkontribusi kepada pasar yang disasar.

"Huawei harus berinvestasi besar kalau ingin menjalankan bisnis di Indonesia," jelasnya.

Tak hanya itu saja, program yang dilakukan Huawei ini juga sebaiknya melibatkan regulator China utk mengajarkan Indonesia menerapkan regulasi di Indonesia. Sehingga tak hanya fokus pada pengembangan teknologi.

"Seperti kita tahu, Indonesia lebih dulu menjadi negara terbuka dibandingkan China, tapi sekarang China lebih dulu mengembangkan teknologi digital dengan baik, disertai regulasinya," katanya.

Dia pun menyontohkan soal e-commerce di China yang notabene penerapannya lebih dulu dibandingkan di Indonesia. Maka dia berharap adanya ikut serta pemerintah China dalam hal-hal yang seperti ini.

"Di China itu kan sudah 5-6 tahun menerapkan e-commerce. Sementara di Indonesia baru membuat road mapnya. Maka tak heran e-commerce di sana tumbuh besar," tutur dia. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Huawei
  2. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini