Huawei: AS Tak Bisa Hancurkan Kami!

Rabu, 20 Februari 2019 16:00 Reporter : Indra Cahya
Huawei: AS Tak Bisa Hancurkan Kami! Huawei. © androidauthority.com

Merdeka.com - Huawei adalah vendor smartphone yang terkenal 'dibenci' oleh Amerika Serikat.

Pasalnya, bersama dengan ZTE, keduanya dianggap mata-mata pemerintah China di negeri Paman Sam.

Namun akhirnya, sang pendiri Huawei angkat bicara. Ren Zhengfei, orang di balik keberadaan Huawei, menyebut bahwa Huawei tak membutuhkan Amerika Serikat untuk bertahan.

Zhengfei berbicara kepada BBC dalam sebuah wawancara, dan ini menandai kali pertama ia muncul setelah penangkapan putrinya yang juga CFO Huawei, Wanzhou Meng di Kanada beberapa waktu yang lalu.

Huawei sendiri memang sedang di bawah tekanan besar dari Negeri Paman Sam karena beberapa negara seperti Australia, Inggris, dan Selandia Baru berhasil diyakinkan untuk tidak menggunakan peralatan 5G besutan Huawei.

"Tidak mungkin AS bisa menghancurkan kami," ungkap Zhengfei kepada pewarta BBC. "Dunia membutuhkan kami karena kami lebih maju. Bahkan jika mereka (AS) membujuk lebih banyak negara untuk tidak menggunakan kami, kami selalu dapat bermain di skala kecil," lanjutnya.

Inggris adalah negara yang akan membuat keputusan apakah tetap menggunakan Huawei atau tidak, dan keputusan ini akan naik pada bulan Maret atau April mendatang. Namun National Cyber Security Center Inggris telah memastikan telah menemukan cara untuk "membatasi risiko" dari teknologi Huawei yang dianggap dapat memata-matai.

Selebihnya, terlepas dari larangan di beberapa negara, Huawei akan terus berinvestasi di negara-negara tersebut seperti Inggris, dan meningkatkan fokus di sana pula.

"Kami masih percaya pada Inggris, dan kami berharap Inggris akan semakin mempercayai kami," ungkap Zhengfei.

"Kami akan berinvestasi lebih banyak di Inggris. Karena jika AS tak mempercayai kami, maka kami akan mengalihkan investasi kami dari AS ke Inggris dengan skala yang lebih besar," tukasnya.

Soal penangkapan putrinya, Zhengfei sendiri keberatan dengan tindakan AS. Ia menyebut AS memiliki "motivasi politik" di balik penyergapan tersebut.

"AS gemar memberi sanksi kepada orang lain. Setiap kali ada masalah, mereka akan menggunakan metode agresif seperti itu," ungkap sang Founder.

"Kami keberatan denga ini. Namun sekarang setelah kami menempuh jalur hukum, kami akan membiarkan pengadilan yang menyelesaikannya," tutup Zhengfei. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Huawei
  2. Amerika Serikat
  3. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini