Huawei Akan Rilis Flagship Dengan Dual OS Tahun Depan?

Selasa, 22 Oktober 2019 10:24 Reporter : Indra Cahya
Huawei Akan Rilis Flagship Dengan Dual OS Tahun Depan? Huawei Mate 30. ©2019 androidauthority.com

Merdeka.com - Huawei dikabarkan tengah mempertimbangkan strategi anyar untuk smartphone besutannya. Hal ini pasca Mate 30 dan Mate 30 Pro dipastikan hadir tanpa aplikasi Google.

Dikutip dari Phone Arena via Tekno Liputan6.com, strategi yang disiapkan Huawei adalah menghadirkan dua sistem operasi, Android dan Harmony OS, di lini P40. Informasi ini diketahui dari salah seorang pembocor informasi teknologi dengan akun @RODENT950.

Dia mengatakan rencana ini akan diadopsi saat Huawei P40 meluncur pada kuartal pertama tahun depan. Terlebih, jika larangan berbisnis dengan Amerika Serikat tidak dicabut, opsi ini akan benar-benar diambil perusahaan.

Dengan dua sistem operasi di dalamnya, Huawei P40 dipastikan masih menjalankan Android 10, tapi tidak dengan layanan Google, seperti yang ada di Mate 30 Pro. Sementara dukungan aplikasi diserahkan pada Harmony OS.

Lewat cara ini pula, Huawei disebut dapat mendorong penggunaan Harmony OS di luar Tiongkok, tanpa perlu memaksanya.

Di sisi lain, perusahaan asal Tiongkok itu juga dapat mengumpulkan feedvack (masukkan) dari para pengguna mengenai sistem operasi ini.

Kendati demikian, Huawei sebenarnya sudah menampik Harmony OS merupakan sistem operasi yang ditujukan untuk smartphone.

Sistem operasi itu sebenarnya didesain untuk mendukung perangkat Internet of Things (IoT) yang diprediksi kian masif di masa depan.

1 dari 1 halaman

Tanpa Google

Sejak awal peluncurannya akhir September lalu, Huawei Mate 30 Pro maupun Mate 30 telah dikonfirmasi tidak akan menggunakan aplikasi Google.

Sistem operasinya masih menggunakan EMUI 10 yang berbasis Android 10, namun tak ada layanan dan aplikasi Google seperti Google Maps, Google Chrome, serta Play Store.

Nah, ada sebuah cara untuk tetap bisa mengunduh aplikasi Google dan memasangnya di Mate 30 Series. Yakni menggunakan aplikasi bernama LZPlay. Cara ini pertama kali ditemukan oleh periset Android bernama John Wu, berdasarkan lansiran dari Business Insider.

Wu menyebut bahwa aplikasi ini membuat pengguna dapat mengunguk Android Application Package atau APK, yang bisa dipasang langsung di smartphone.

Cara ini efektif, dan aplikasi Google bisa masuk di perangkat Mate 30 Series. Perangkat pun bisa digunakan layaknya smartphone Huawei dan Android lainnya.

Hanya terdapat satu masalah, yakni ketika beroperasi, aplikasi ini harus memiliki izin untuk menginstall system apps. Hal ini disebut Wu adalah tanda bahwa Huawei mengetahui keberadaan dan kegunaan LZPlay.

Hanya beberapa saat setelah aplikasi ini diramaikan oleh Wu, aplikasi LZPlay ini menghilang. Dispekuliasikan, Huawei mencabut izin dari aplikasi tersebut.

Saat ini, tidak ada cara lain untuk memasang aplikasi Google di Mate 30 Series.

Para pengguna diharuskan berselancar internet lewat Huawei Browser serta mengunduh aplikasi dari Huawei AppGallery yang diklaim punya 45.000 aplikasi di dalamnya.

Ini adalah angka yang kecil dibanding Play Store yang punya 2,7 juta aplikasi. [idc]

Baca juga:
Microsoft Akui Android Sebagai OS Mobile Terbaik
Segera, Tak Akan Ada Tombol di Smartphone
Samsung Dikabarkan Segera Rilis Galaxy S10 Lite, Spesifikasinya?
Ini Cara Bersihkan Headphone Jack di Smartphone yang Kotor
Ini Fitur-Fitur Baru yang Disematkan di Redmi Note 8 Pro
Smartphone Lipat Motorola RAZR Diperkenalkan 13 November?

Topik berita Terkait:
  1. Huawei
  2. Rumor Android
  3. Android
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini