Hotel Marriott Dibobol Hacker, Menkominfo Kebut Regulasi Perlindungan Data Pribadi

Kamis, 6 Desember 2018 09:30 Reporter : Fauzan Jamaludin
Hotel Marriott Dibobol Hacker, Menkominfo Kebut Regulasi Perlindungan Data Pribadi Menkominfo Rudiantara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Peretasan sistem reservasi tamu Hotel Marriott dinilai kian menunjukkan dibutuhkannya regulasi untuk melindungi data pribadi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara.

"Ini juga menjadi trigger. Marriot itu ada di berbagai tempat, jadi ini bukan permasalahan fisik, tapi bagaimana kita melindungi (data pribadi) secara regulasi dan sistem," kata Rudiantara saat ditemui usai rapat ASEAN Telecommunications and Information Technology Ministers Meeting (TELMIN) di Ubud, Bali, Rabu (5/12).

Menurutnya, insiden pelanggaran data semacam ini sudah kerap terjadi. Misalnya saja yang membuat heboh beberapa waktu lalu adalah ketika dilaporkan telah terjadi kebocoran data pribadi pengguna oleh pihak ketiga di Facebook.

"Jadi kondisi ini bisa terjadi dimanapun. Yang penting bagi kita adalah bagaimana kita mencoba secara regulasi dan sistem melindungi data-data masyarakat dan digital. Oleh sebab itu, pemerintah dan DPR sepakat memasukkan pembahasan UU (Undang-Undang) Perlindungan Data Pribadi di Prolegnas (Program Legislasi Nasional) 2019," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sistem reservasi tamu Hotel Marriott telah diretas, dan hacker telah mencuri informasi pribadi milik 500 juta tamu.

Pihak Hotel Marriott beberapa hari lalu mengatakan, peretasan tersebut terjadi pada databasereservasi Starwood milik mereka.

Starwood merupakan grup hotel yang dibeli oleh Marriot pada 2016. St Regis, Westin, Sheraton, dan W Hotels termasuk dalam grup ini.

Berdasarkan penjelasan pihak Marriot, hacker mendapatkan akses tak resmi ke sistem reservasi Starwood sejak 2014. Namun, perusahaan baru mengetahui masalah ini pada pekan lalu.

"Perusahaan baru-baru ini menemukan adanya pihak tak berizin yang memiliki salinan dan informasi terenkripsi tentang database. Kami mengambil langkah untuk menghapusnya," kata Marriott dalam pernyataannya.

Informasi yang terekspos antara lain adalah nama, nomor telepon, alamat email, nomor paspor, tanggal lahir, serta informasi kedatangan dan keberangkatan.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Andina Librianty [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Hacker
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini