Hebat, Pertumbuhan Pengguna Domain .id Tertinggi di Asia Tenggara

Senin, 4 November 2019 16:21 Reporter : Syakur Usman
Hebat, Pertumbuhan Pengguna Domain .id Tertinggi di Asia Tenggara Pertumbuhan domain .id tertinggi di ASEAN. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama domain .id (Indonesia) mencatat pertumbuhan pengguna tertinggi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), yakni 27,2 persen dalam satu tahun terakhir. Data dari Forum Asia Pacific Top Level Domain Association (APTLD) menyebutkan, pertumbuhan pengguna domain .id lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di ASEAN dalam tiga kategori, yakni periode satu bulan, tiga bulan, dan satu tahun terakhir.

Yudho Giri Sucahyo, Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), menjelaskan capaian tersebut tidak lepas dari peranan PANDI dalam menjalankan tugasnya sebagai registri domain .id dan para mitra penjual domain .id.

"Prestasi ini bisa terjadi karena PANDI melakukan beberapa manuver strategi dalam memasarkan nama domain .id. Seperti mempermudah pendaftaran hingga perubahan harga pada domain my.id yang sangat efektif, serta lebih proaktif melakukan aktivitas pemasaran di pasar global," ujar Yudho Giri Sucahyo dalam keterangan persnya, Senin(4/11).

Berdasarkan data PANDI per September tahun ini, total jumlah domain .id mencapai 336.196 nama. Jumlah tersebut tumbuh sebanyak 19,44 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

PANDI memprediksi hingga akhir tahun ini jumlah domain.id akan menyentuh angka 350.000 pengguna. Sedangkan target tahun depan (2020) adalah lebih dari 500.000 domain.

Yudho optimistis pertumbuhan nama domain .id di Indonesia dan mancanegara akan meningkat secara signifikan pada 2020. Artinya, strategi yang telah dijalankan oleh PANDI selama ini dapat dikatakan berhasil bila melihat dari pencapaian tersebut.

"Namun, kami tidak akan puas sampai di sini. Ke depan kami akan terus membuat strategi-strategi baru yang menjadikan domain .id menjadi domain utama masyarakat Indonesia dan dapat bersaing di pasar internasional,” katanya.

Kendala Pemasaran ke Luar Negeri

Terkait pemasaran domain .id di luar negeri, kata Yudho, saat ini ada tantangan baru bagi PANDI, yakni perubahan Peraturan Pemerintah No 82/2012 menjadi PP No 71/2019. Dalam peraturan baru tersebut, PANDI tetap belum bisa melakukan kerja sama langsung dengan mitra registrar luar negeri, sehingga upaya pemasaran ke luar negeri belum bisa dilakukan secara optimal.

"Jadi PANDI masih harus melalui beberapa langkah ke luar negeri, seperti registrar asing harus membuka badan hukum representatif di Indonesia. Akibatnya, ambisi PANDI meraih pengguna domain .id di kisaran angka 800 ribu nama belum dapat terlaksana pada tahun ini," pungkas Yudho. [sya]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini