Hati-Hati, Penipuan WhatsApp Berkedok Paket Data Gratis 1.000 GB

Jumat, 2 Agustus 2019 13:53 Reporter : Indra Cahya
Hati-Hati, Penipuan WhatsApp Berkedok Paket Data Gratis 1.000 GB Ilustrasi WhatsApp. ©2019 mobilemarketingmagazine.com

Merdeka.com - tak bisa dimungkiri, WhatsApp adalah aplikasi chat paling populer saat ini. Hal ini membuat celah penipuan kerap terjadi di platform yang kini dimiliki Facebook ini.

Seperti contohnya aru-baru ini, para peneliti dari ESET menerima pesan mengejutkan. Pesan tersebut berisi penawaran kuota data 1.000GB untuk pengguna sebagai bentuk perayaan ulang tahun WhatsApp yang ke-10.

Mengutip laman Forbes via Tekno Liputan6.com, pesan tersebut tentunya bukan berasal dari WhatsApp dan sudah pasti merupakan penipuan belaka.

Namun, lantaran bertepatan dengan ulang tahun ke-10 WhatsApp, mungkin ada sejumlah pengguna yang bakal terkena jebakan ini.

Pesan yang dimaksud adalah "WhatsApp menawarkan kuota internet gratis sebesar 1.000GB!" dengan tautan yang bisa diklik untuk detail cara mendapatkan kuota tersebut.

Tautan itu tentu bukan resmi dari WhatsApp. Namun, mengingat banyak bisnis menjalankan promosi melalui organisasi pihak ketika, praktik ini masih berhasil membuat orang mengklik.

Jika korban mengklik, mereka akan masuk ke landing page dengan logo WhatsApp di dalamnya. Isinya "Kami menawarkan anda kuota internet 1.000GB gratis tanpa WiFi. Hadiah ini diberikan dalam rangka ulang tahun WhatsApp yang ke-10."

Masih pada laman palsu tersebut, terdapat banner stiker hitung mundur dan memberikan sejumlah hadiah yang tersisa serta pertanyaan yang perlu dijawab.

1 dari 2 halaman

Berkedok Dibagikan ke 30 Pengguna

Nah, ketika pengguna menjawab pertanyaan itu, muncul pesan pop-up yang menyebutkan, pesan tersebut harus dibagikan ke 30 pengguna WhatsApp lainnya. Jika tak dibagikan, pengguna tidak akan mendapatkan hadiah.

Peneliti ESET mengatakan, tidak ada bukti dalam tautan itu tersimpan malware ataupun informasi personal si penjahat. Namun, tampaknya para penjahatnya senang memeras mendapatkan klik dari iklan palsu tersebut.

Apalagi para peneliti menemukan, domain yang dipakai oleh para penipu juga dipakai untuk menawarkan promosi palsu lainnya. Misalnya untuk merek Adidas, Nestle, dan Rolex.

2 dari 2 halaman

Cara WhatsApp Hindari Penipuan

Head of Cyber Security untuk Amtrust International, Ian Thornton-Trump mengatakan, cara-cara penipuan semacam ini merupakan contoh bagaimana marketplace digital mengalami degradasi dan dipakai oleh aktor-aktor yang hendak mencari keuntungan semata.

"Strategi penetapan suatu produk atau layanan disediakan secara gratis telah merusak privasi dan keamanan siber," tutur Thornton -Trump.

Seperti yang disebut ESET, upaya penipuan ini bukanlah dalam bentuk phishing atau mendapatkan identitas milik pengguna. Namun, Thornton-Trump punya pendapat lain.

"Iming-iming kuota internet gratis sebanyak 1.000GB di ulang tahun ke-10 WhatsApp tentu sangat menggoda. Bisa jadi, ini merupakan upaya memancing korban untuk menyerahkan kredensial mereka dan kemudian mendapatkan akun lainnya. Karena biasanya orang menggunakan kata sandi yang sama di semua akun online mereka," ujar Thornton-Trump.

Apa yang dapat dilakukan oleh WhatsApp? Thornton-Trump menyebut, WhatsApp bisa melakukan kampanye mencegah kejahatan siber kepada penggunanya.

"Sampaikan kepada semua pengguna di berita maupun media sosial bahwa ada upaya penipuan mengatasnamakan mereka. Edukasi adalah jalan satu-satunya," ungkapnya.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani [idc]

Baca juga:
Cara Intip Last Seen WhatsApp Pengguna yang Disembunyikan, Ternyata Bisa!
Cara Mudah Buat Balasan Otomatis di WhatsApp
Bahaya FinSpy, Malware yang Curi Informasi di Aplikasi Chat
Cara Antisipasi Malware yang Menyamar jadi WhatsApp Android
Cara Tahu WhatsApp Anda Diretas, Milik Anda Aman?
WhatsApp dan Instagram Kembali Down Kemarin, Mengapa?

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini