Hati-hati Indonesia Rentan Penipuan Iklan Digital

Kamis, 8 Agustus 2019 12:02 Reporter : Fauzan Jamaludin
Hati-hati Indonesia Rentan Penipuan Iklan Digital Peluncuran Ad Fraud Brand Safety & Viewability Whitepaper. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mobile Marketing Association (MMA) mengumumkan peluncuran Ad Fraud Brand Safety & Viewability Whitepaper. Hal ini bertujuan untuk mengatasi penipuan periklanan.

Data MMA tahun 2019 menyebutkan secara global potensi pengiklan rugi sebesar USD 42 miliar dari apa yang dikeluarkan untuk iklan. Sementara itu, di Asia Pasifik USD 17 juta uang yang hilang dari penipuan iklan.

Nah, Indonesia sendiri merupakan target para penipu periklanan karena skala dan volume belanja iklan yang signifikan.

eMarketer memprediksikan nilai belanja iklan digital di Indonesia akan menembus USD 639.9 juta tahun 2019. Angka belanja iklan ini menjadikan Indonesia pasar terbesar periklanan digital terbesar di Asia Tenggara setelah Thailand.

Namun sayangnya, pemahaman pemasar iklan masih rendah di negeri ini. Menurut Country Manager MMA Indonesia, Shanti Tolani, sebesar 33 persen pemasar iklan masih rendah pengertiannya dan pemahamannya terhadap tingkat penipuan periklanan untuk pembelajaan iklan mereka.

"Itu survei yang kami lakukan pada Q1 2019. Pengetahuan tentang sistem monitoring dari cara brand mereka ditayangkan di media dan bagaimana penayangan tersebut diukur masih rendah," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/8).

"Dengan demikian, ada kebutuhan untuk meningkatkan transparansi dari mitra media mereka. Hal ini menjadi penting bagi masing-masing pemangku kepentingan pada ekosistem ini untuk mengedukasi dan terus berusaha mengatasi isu itu," tambahnya.

Data Integral Ad Science (IAS) - perusahaan teknologi global khusus periklanan - menyebut ad fraud di negeri ini diperkirakan mencapai USD 120 juta tahun ini.

Di negeri ini, industri yang menjadi target adalah para pengguna terbesar dalam pemasaran digital dan seluler. Industri yang ditargetkan yakni e-commerce, fintech, FMCG, dan game. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini