KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Hampir serupa dengan iPhone 7, apakah iPhone 8 layak beli?

Kamis, 14 September 2017 15:05 Reporter : Indra Cahya
iPhone 8. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ada berbagai pilihan iPhone saat ini: mulai dari iPhone SE, iPhone 6S dan 6S Plus, iPhone 7 dan 7 Plus, dan akan segera rilis iPhone 8, 8 Plus, serta iPhone X.

Tentu untuk memilih yang terbaik rasanya terlalu mahal, mengingat banderolnya saja dimulai dari 1000 dollar. Pilihan mungkin ada pada iPhone 8.

Namun jika Anda sudah memiliki iPhone 7, Anda harus menyadari bahwa sebenarnya iPhone 8 hanyalah versi upgrade dari iPhone 7. Jadi apakah iPhone 8 layak beli? Keputusan ada di tangan Anda, namun simak dua pertimbangan soal prosesor dan kamera berikut ini.

Prosesor

Pertama, soal prosesor. iPhone 8 mengusung prosesor terbaru bernama A11 Bionic, yang merupakan prosesor tercepat yang pernah dibuat oleh Apple. Apple sendiri mengklaim bahwa performa prosesor ini 30 persen lebih cepat dari generasi sebelumnya.

Namun terdapat pertimbangan soal bagaimana sebenarnya prosesor A10 sendiri sudah sangat bagus. iPhone 7 bisa jadi adalah smartphone yang jarang mendapat keluhan soal lag. Terlebih lagi, jika kegiatan Anda tak lebih dari game dengan grafis rumit serta media sosial.

Prosesor A11 Bionic sendiri akan lebih menitikberatkan di kemampuannya dalam 'deep learning' serta AR. Jadi jika Anda tertarik terhadap aspek tersebut, iPhone 8 cocok untuk Anda, karena iPhone 7 tak akan semaksimal keluaran terbaru Apple tersebut.

Kamera

Tentu kita juga harus berbicara soal kamera, karena ini adalah peningkatan utama di iPhone 8. iPhone 8 sendiri mengusung kesamaan spesifikasi kamera dengan iPhone X, hanya berbeda di soal OIS ganda saja yang tak didapat di lensa telephoto iPhone 8 Plus.

Dibanding iPhone 7, sensor yang digunakan di iPhone 8 ini diklaim berukuran lebih besar. Hal ini tentu berpengaruh kepada hasil foto yang juga lebih baik. Terdapat juga fitur menarik seperti video 4K dengan frame rate 60 fps, serta kemampuan mengambil video full HD dengan frame rate 240 fps yang mampu memberi hasil slow motion yang sangat lembut.

Tak lupa fitur Portrait Lighting yang merupakan efek pencahayaan yang bisa diaplikasikan pasca foto diambil. Efek ini bisa menambah dramatisasi objek sesuai dengan pilihan lighting yang kita inginkan.

Ditambah lagi dengan penyempurnaan moda portrait yang bersama efek Portrait Lighting, menggunakan teknologi deep learning yakni TrueDepth (yang juga digunakan untuk Face ID) guna memisahkan subyek dan latar belakang serta mempelajari bagian mana saja yang butuh diberi pencahayaan lebih dramatis.

Sontak, memang iPhone 8 jauh lebih baik soal kamera. Terutama jika Anda videografer yang kerap memproduksi konten dengan smartphone.

Namun pertimbangan terbesarnya adalah tingkat kepuasan terhadap hasil gambar iPhone 7 yang sebenarnya sudah bagus. Dalam deretan flagship yang rilis tahun 2016 hingga 2017, tak bisa dipungkiri kalau iPhone 7 jadi salah satu yang terbaik dalam hal kamera.

Jadi jika Anda pengguna kamera smartphone yang tak seberapa butuh hasil yang terbaik dan bukan menggunakannya untuk keperluan komersil atau pro, sebenarnya iPhone 7 sudah lebih dari cukup.

Perbedaan terbesarnya mungkin akan terasa bagi videografer, karena videonya yang bisa mengambil video dengan frame rate 24fps, yang merupakan 'aturan emas' untuk menghasilkan video ala film. Namun jika tidak, tak perlu.

Masih tertarik? [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Smartphone
  2. IPhone 8
  3. IPhone X
  4. Apple
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.