Halodoc Dapat Investasi Baru Rp 900 Miliar

Selasa, 5 Maret 2019 09:07 Reporter : Fauzan Jamaludin
Halodoc Dapat Investasi Baru Rp 900 Miliar Ilustrasi dokter. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Halodoc, platform kesehatan di Indonesia, mengumumkan mendapatkan pendanaan terbaru seri B sebesar USD 65 juta atau setara Rp 922 miliar yang dipimpin oleh UOB Venture Management. Termasuk beberapa investor baru lainnya seperti Singtel Innov8, Korea Investment Partners, dan WuXi AppTec serta beberapa investor Halodoc terdahulu.

Ini merupakan pendanaan terbesar kedua Halodoc sejak didirikan pada April 2016. Rencananya Halodoc akan menggunakan dana tersebut untuk kelanjutan pembangunan teknologi dan infrastruktur layanan kesehatan, sekaligus memperluas kerjasama strategis dengan berbagai rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Halodoc merupakan platform layanan kesehatan digital melalui aplikasi pada telepon genggam dan situs internet yang memungkinkan penggunanya untuk dapat melakukan komunikasi langsung ke lebih dari 20.000 dokter berlisensi di Indonesia, kapanpun dan dimanapun.

Demi kenyamanan, pengguna juga dapat melakukan pemesanan cek laboratorium yang dapat dilakukan di rumah serta melakukan pemesanan obat melalui aplikasi di 1.300 apotek rekanan yang dapat diantar dalam waktu kurang dari 1 jam.

Jonathan Sudharta, Founder dan Chief Executive Officer Halodoc mengatakan, di tahun 2018 penggunaan platform Halodoc meningkat sebesar 2.500 persen. Sampai hari ini, Halodoc telah memberikan layanan kesehatan yang nyaman dan terpercaya bagi 2 juta penggunanya setiap bulan, dimana setengahnya berada di luar Pulau Jawa.

"Investasi dan kerja sama strategis ini memungkinkan kami untuk mempercepat upaya dalam pembangunan platform digital yang dapat meningkatkan akses dan kenyamanan bagi jutaan pengguna di Indonesia," kata Jonathan dalam keterangan persnya, Selasa (5/3).

Sementara itu, menurut Kian-Wee Seah, Managing Director dan CEO UOB Venture Management, investasinya di Halodoc ini merefleksikan pendekatan investasi bertanggung jawab untuk mendukung kemajuan ekonomi dan sosial.

Di sisi lain, berdasarkan data Frost and Sullivan, nilai industri kesehatan di Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 21 triliun pada 2019, meningkat dari USD 7 triliun di 2014. [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Kesehatan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini