Grab caplok startup Kudo?

Selasa, 14 Februari 2017 12:06 Reporter : Fauzan Jamaludin
Grab caplok startup Kudo? Ilustrasi Grab akuisisi Kudo. © LexOrbis/merdeka

Merdeka.com - Grab dikabarkan akan mengumumkan aksi korporasinya dengan mengakuisisi Kudo. Kabar yang dilaporkan dari Reuters pada Senin (13/2), menyebutkan untuk mengakuisisi Kudo dibutuhkan dana sekitar USD 100 juta. Menurut sumber Reuters yang enggan disebutkan namanya, aksi korporasi ini ditujukan untuk membantu perusahaan ride sharing mengembangkan bisnis pembayaran online.

Kudo sendiri merupakan layanan platform online to offline (O2O) asli Indonesia yang menghubungkan merchant online dengan para pelanggan offline melalui jaringan agen di tanah air. Perusahaan yang baru berdiri 2014 lalu, menargetkan pelanggan yang memiliki keterbatasan akses internet, rekening bank, dan kartu kredit, bisa merasakan pengalaman berbelanja online dengan melakukan pembayaran secara tunai. Gampangnya, mereka menargetkan kota-kota kecil seluruh Nusantara. Mereka juga menargetkan pada tahun 2018 bisa memiliki 1 juta agen di seluruh Indonesia.

Dalam pengembangannya dari sisi modal, Kudo memang didukung oleh beberapa investor untuk memuluskan tujuannya. EMTEK Group merupakan salah satu investor dari Kudo. Sekitar bulan September 2016, EMTEK Group memimpin kembali investasi ke Kudo bersama East Ventures, 500 Startups, Singapore Press Holdings, IMJ Investment Partners, dan Skystar Capital. Nilai investasi itu diklaim berjumlah puluhan juta dollar.

Terlepas dari itu, Merdeka.com pun mencoba menghubungi pihak Grab Indonesia dan Kudo untuk kembali memastikan kabar tersebut. Pihak Grab Indonesia pun berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut lagi terkait kabar akuisisi ini.

"Mohon maaf sebelumnya kita gak komentar soal ini ya," ujar Juru Bicara Grab Indonesia ketika dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan, Selasa (14/2).

Hal senada juga disampaikan oleh pihak Kudo, di mana sang co-founder dan COO, Agung Nugroho, enggan berkomentar.

"Kita ga bisa komen untuk rumors in the market.. thanks," ujar Agung melalui pesan singkat.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu yang lalu Grab Indonesia mengumumkan akan menginvestasikan dananya di Indonesia sebanyak USD700 juta dalam jangka waktu empat tahun untuk mendukung Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Dana USD700 juta itu akan digunakan pembangunan R&D center Grab di Jakarta sebagai pusat pengembangan inovasi teknologi bagi pasar Indonesia, peluncuran dana untuk keperluan investasi di perusahaan-perusahaan berdampak sosial yang berfokus pada peningkatan inklusi keuangan, serta peningkatan akses terhadap pembayaran mobile dan peluang pembiayaan di seluruh Indonesia.

Bisnis Grab sendiri saat ini memang tengah tumbuh di Indonesia. Mereka mengklaim pertumbuhan Grab didukung dengan bisnis GrabCar dan GrabBike yang masing-masing tumbuh lebih dari 600 persen pada tahun 2016. Grab juga telah menghasilkan pendapatan lebih dari USD 260 juta untuk para mitra pengemudinya di Indonesia. [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini