Google bakal buka pusat riset AI di Ghana

Jumat, 15 Juni 2018 10:36 Reporter : Fauzan Jamaludin
Google bakal buka pusat riset AI di Ghana Google logo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Google merencanakan bakal membuka pusat riset artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di Accra, Ghana, Afrika. Rencana ini merupakan rangkaian investasi baru yang dilakukan raksasa internet ini di Afrika. Hal tersebut seperti yang dilaporkan Business Insider dan CNBC, Jumat (15/6).

Nantinya, pusat riset kecerdasan buatan milik Google ini akan fokus terhadap penelitian pada bidang kesehatan, pertanian, dan pendidikan.

"Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan kampus, pusat penelitian serta bekerja dengan regulator setempat tentang potensi penggunaan AI di Afrika," jelas pihak Google.

Pusat riset AI di Ghana itu, direncanakan akan beroperasi pada akhir tahun 2018 ini. Namun, pihaknya belum memberikan rincian mengenai jumlah staf lokal yang akan diperbantukan nantinya.

Sebelumnya, CEO Google Sundar Pichai telah berjanji di tahun lalu saat dirinya berkunjung ke Lagos, Nigeria. Ia mengatakan bahwa akan meningkatkan investasinya di benua tersebut.

Pada saat itu, Pichai juga mengumumkan investasi baru di-startup Afrika sebagai bagian dari Accelerator Launchpad perusahaan di Afrika. Perusahaan juga meluncurkan versi khusus YouTube yang dibuat untuk pengguna dengan koneksi internet yang rendah.

Meskipun investasi ini kali pertama di Afrika, namun perusahaan tersebut telah memiliki kantor di benua itu selama satu dekade terakhir. Di sana, Google mengklaim sudah mengoperasikan program pelatihan keterampilan digital yang diyakini pada akhirnya dapat bermanfaat bagi 10 juta orang Afrika.

Perlu diketahui bahwa Accra bukanlah kota di salah satu negara di benua Afrika yang ditunjuk sebagai pusat riset teknologi. Namun, ada beberapa kota lain yang juga ditunjuk serupa. Misalnya saja, Ibukota Ethiopia, Addis Ababa dan Ibukota Rwanda, Kigali, juga dipercaya untuk menjadi kota pengembangan teknologi.

Sementara itu, Kenya telah dipilih oleh pendiri Microsoft, Bill Gates untuk tempat perintis inovasi platform pembayaran digital M-Pesa.

Di sisi lain, dipilihnya Afrika kemungkinan juga karena PBB berharap dalam 30 tahun ke mendatang, mengharapkan Afrika menjadi rumah bagi 25 persen dari 9 miliar penduduk dunia. [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Google
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini