Go-Jek bantah cari pendanaan baru

Selasa, 3 Mei 2016 14:06 Reporter : Fauzan Jamaludin
Go-Jek bantah cari pendanaan baru Gojek. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pendiri sekaligus CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, membantah jika pihaknya membutuhkan fundraising baru. Bantahannya itu, merujuk terhadap pemberitaan dari kantor berita luar negeri yang menginformasikan jika pihaknya tengah mencari pendanaan baru. Pencarian dana baru itu, diduga lantaran beratnya subsidi yang secara terus-menerus diberikan Go-Jek agar harga jasanya bisa bersaing dan terjangkau.

"Tidak benar. Go-Jek merupakan salah satu perusahaan startup dengan pendanaan terkuat di Indonesia. Kekuatan modal kami dapat tercermin dari inovasi produk dan pelayanan yang terus menerus kami hadirkan untuk masyarakat dan pengguna jasa Go-Jek, termasuk promosi dan ekspansi bisnis di berbagai daerah di Indonesia," jelasnya dalam keterangan resminya, Selasa (03/05).

Menurutnya, konteks yang disampaikannya saat itu adalah di mana perusahaan-perusahaan startup di seluruh dunia termasuk Go-Jek secara kontinu mencari pendanaan supaya bisnisnya bisa tumbuh berkelanjutan. Pernyataan tersebut tidak berhubungan dengan subsidi ataupun situasi keuangan di Go-Jek.

"Saat ini, Go-Jek tidak sedang mencari investor, namun tentunya kami selalu terbuka terhadap segala peluang untuk dapat memperkuat dan memperbesar bisnis kami demi melayani lebih banyak masyarakat Indonesia. Kami juga terus menjaga hubungan baik dengan investor dan calon investor yang percaya akan kemampuan dan masa depan Go-Jek," imbuhnya.

Sebelumnya, seperti yang dilansir dari Reuters, Senin (02/05), Nadiem mengakui tidak bisa terus menerus bergantung pada subsidi karena bisa berdampak negatif bagi perusahannya. Maka dari itu, rencananya, ketika dana segar itu didapatkan, Go-Jek akan memakai dana segar tersebut untuk mengembangkan lini bisnis baru sebagai solusinya.

Saat ini, Go-Jek telah memiliki 200.000 pengendara ojek sebagai mitranya. Go-Jek telah resmi beroperasi di 10 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Medan, Semarang, Palembang, dan Balikpapan dengan rencana pengembangan di kota-kota lainnya pada tahun mendatang. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. GO Jek
  2. Go Jek Indonesia
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini