Gandeng Telkomsel, pelanggan HOOQ capai 2 juta

Jumat, 14 April 2017 09:36 Reporter : Fauzan Jamaludin
Gandeng Telkomsel, pelanggan HOOQ capai 2 juta HooQ. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Layanan video on demand, HOOQ mengklaim semenjak bekerja sama dengan Telkomsel, pihaknya mendapatkan pelanggan baru sebesar lebih dari 2 juta. Jumlah tersebut diakui hanya butuh waktu beberapa bulan saja. Saat itu, awal kerja sama HOOQ dengan Telkomsel dilakukan pada 25 November 2016.

"Kami sangat senang dengan respon dari para pelanggan Telkomsel. Telkomsel sebagai operator selular terbesar di Indonesia menjadikan HOOQ sebagai penyedia layanan video-on-demand premium terkemuka di Indonesia," ujar Guntur Siboro, HOOQ Indonesia Country Head di Jakarta.

Sementara itu, Venusiana Papasi, Senior Vice President Consumer Marketing Telkomsel menyebutkan, respon pelanggan mereka sangat positif di mana terdapat peningkatan jumlah pelanggan hiburan digital berbasis video di Telkomsel. Peningkatan itu kira-kira mencapai lebih dari 300 persen.

"Telkomsel menjawab tren digital dengan menyediakan rangkaian layanan hiburan digital yang sesuai dengan kebutuhan para pelanggan. Kerjasama dengan HOOQ merupakan salah satu inisiatif utama kami dalam memberikan pengalaman digital terbaik kepada pelanggan," terangnya.

Netflix Selanjutnya?

Tentu saja, Telkomsel tak hanya menggandeng HOOQ saja. Melainkan beberapa layanan video on demand lainnya, seperti baru-baru ini yakni bekerja sama dengan CatchPlay. CacthPlay sendiri merupakan layanan hiburan terbaru movies-on-demand di Asia yang memberikan akses tak terbatas ke beragam jenis koleksi film populer Hollywood dan studio independen.

Bahkan bila ada kata sepakat, Telkomsel akan membuka blokiran akses Netflix. Hal itu, kabarnya tengah didiskusikan. Atau bisa jadi, Telkomsel tengah melobi untuk melakukan kerja sama khusus dengan Netflix. Mungkinkah?

"Kami masih terus berdiskusi dengan Netflix, termasuk Netflix di Singapura dan Amerika Serikat. Ini untuk memastikan produk yang dihasilkan bisa sesuai dengan regulasi," kata Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Crispin P. Tristram.

Sebagaimana diketahui, Telkomsel yang masih bagian dari Telkom Group, pastinya akan mengikuti aturan induk usahanya. Di mana pada awal tahun 2016 yang lalu, Telkom melakukan blocking terhadap layanan Netflix untuk mendukung kebijakan yang telah dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo).

Aturan Kemkominfo itu mengharuskan seluruh layanan bisnis dari luar negeri termasuk Netflix untuk dapat memenuhi ketentuan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia, termasuk di antaranya keharusan untuk berbentuk badan hukum tetap atau bekerja sama dengan operator telekomunikasi yang telah beroperasi di Indonesia.

Di samping itu, konten yang tidak melalui aturan sensor di Indonesia dinilai rawan pornografi dan kekerasan. Nah, saat ini Netflix menyatakan telah siap untuk memenuhi ketentuan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

[gni]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini