Fenomena-Fenomena Alam Bakal Terjadi pada 2019

Kamis, 17 Januari 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Fenomena-Fenomena Alam Bakal Terjadi pada 2019 Fenomena alam Supermoon. ©Reuters

Merdeka.com - Pada tahun 2019 ini akan banyak fenomena alam akan terjadi. Masyarakat bisa menyaksikan fenomena alam tersebut. Sebab fenomena-fenomena alam itu jarang sekali terjadi. Tahun lalu, terjadi fenomena alam blood moon dengan durasi sangat lama. Saat itu, bulan menjadi kemerahan mirip warna darah.

Tahun ini, fenomena bulan purnama mirip blood moon akan kembali terjadi, serta lima fenomena alam lainnya. Apa saja?

1 dari 6 halaman

Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan total. ©REUTERS

Fenomena alam ini akan terjadi pada 20 dan 21 Januari 2019. Saat itu, bulan akan mengeluarkan cahaya merah yang dikenal Blood Moon. Pada saat yang sama, bulan akan berada dalam titik terdekat dengan Bumi dalam orbitnya. Ini akan membuat kombinasi yang mencolok antara supermoon dan Blood Moon.

Peristiwa ini akan terlihat di beberapa bagian wilayah dunia di antaranya Eropa, Afrika, Australia, dan Asia Timur.

2 dari 6 halaman

Dekatnya Mars dan Uranus

Planet Mars. ©Istimewa

Planet Mars dan Uranus akan terlihat sangat dekat pada 13 Februari 2019. Fenomena langit ini disebut dengan konjungsi.

Dalam ilmu astronomi konjungsi merupakan peristiwa saat dua benda langit berada segaris di bidang ekliptika yang sama. Sehingga, jika dilihat dengan mata telanjang seolah sangat dekat satu sama lain padahal secara fisik sangat jauh.

3 dari 6 halaman

Jejak Merkurius Melintasi Matahari

Planet Merkurius. ©2013 NASA

Planet Merkurius akan terlihat melintasi depan Matahari pada 11 November 2019. Fenomena langka tersebut telah terjadi sebanyak 13 kali. Dan di abad 21 ini, Planet Merkurius akan terlihat dari Bumi untuk yang kedua kalinya. Planet Merkurius terakhir terlihat pada 2016.

4 dari 6 halaman

Supermoon Terbesar Tahun 2019

Supermoon dari belahan dunia. ©AFP PHOTO

Fenomena Supermoon terbesar akan muncul pada 19 Februari 2019 pukul 4 pagi EST wilayah Amerika Serikat. Saat itu, bulan akan tiba di titik terdekatnya ke Bumi. Proses mulai munculnya Supermoon selama enam jam 53 menit. Fenomena Supermoon akan berefek pada kondisi Bumi, seperti air laut yang mengalami pasang surut.

5 dari 6 halaman

Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari Total. ©REUTERS

Fenomena gerhana Matahari total akan terjadi pada 2 Juli 2019. Fenomena langka ini pernah terjadi 2017 lalu.

Berbeda pada 2017, gerhana Matahari total tahun ini hanya bisa terlihat di Samudra Pasifik Selatan. Proses terjadinya gerhana Matahari total selama 89 menit. Namun bayangan yang menutupi Matahari hanya terjadi 4 menit 32,8 detik.

6 dari 6 halaman

Gerhana Annular Matahari

Gerhana matahari. ©REUTERS

Gerhana terakhir terjadi pada 26 Desember 2019 akan menjadi gerhana matahari annular yang hanya terlihat dari belahan Bumi bagian timur. Saat itu, bulan baru melintas di depan Matahari, namun bayangan bulan tak akan menutupi Matahari dengan sempurna. Karena jarak bulan dan Bumi lebih jauh.

Akibatnya, terlihat cincin tipis pada sinar Matahari dan muncul siluet gelap. Maka menghasilkan gerhana "annular". Jalur gerhana annular bulan Desember akan melewati: Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab Emirates, Oman, India, Sri Lanka, Sumatra, Singapura, Kalimantan, Filipina, dan bahkan pulau kecil Guam.

Tepat di sebelah timur Pulau Gin Besar di Indonesia adalah tempat cincin sinar Matahari akan bertahan paling lama: 3 menit 39,5 detik. Gerhana sebagian akan terlihat dari hampir seluruh Asia, Afrika timur laut dan bagian utara dan barat Australia. [has]

Baca juga:
Lumpur di Bekasi Diduga Mengandung Limbah Berbahaya
Gegana Selidiki Tanah Panas di Bekasi
Antusiasme Warga Jepang Saksikan Gerhana Matahari Parsial
Deretan Fakta Soal Awan Cumulonimbus yang Selimuti Makassar, Bentuknya Mirip Tsunami!
Mengenal Awan Cumulonimbus di Langit Makassar yang Tampak Seperti Tsunami
Mengapa saat Gunung Anak Krakatau Meletus Muncul Petir?

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini