FBI: Anonymous curi beberapa data dari pemerintah Amerika

Selasa, 19 November 2013 07:15 Reporter : Alvin Nouval
FBI: Anonymous curi beberapa data dari pemerintah Amerika FBI. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Hacktivist yang tergabung dalam Anonymous baru saja dinyatakan FBI terlibat dalam serangkaian akses ilegal ke komputer pemerintah Amerika Serikat. Diduga, mereka mencuri berbagai informasi sensitif dari berbagai agensi pemerintahan dalam setahun terakhir.

Seperti yang dilansir Reuters (15/11), FBI menyebut bahwa para hacker mencuri data ini melalui sebuah celah yang ditemukan di software milik Adobe. Celah ini kemudian dimanfaatkan untuk disusupi dengan backdoor sehingga data pun bisa dicuri oleh para hacker.

Adapun data yang dicuri menurut Kevin Knobloch, staf ahli dari Kementerian Energi AS, berupa informasi personal dari sekitar 104 ribu karyawan, kontraktor, keluarga, dan semua pihak yang memiliki hubungan dengan Departemen Energi. Selain itu, 2 ribu akun bank juga diperkirakan turut dirambah.

Dalam memo yang ditulisnya, FBI menyebut bahwa serangan ini merupakan masalah yang tersebar dan harus diawasi. Tercatat, beberapa korban yang disusupi hacker ini adalah U.S. Army, Department of Energy, Department of Health and Human Services, dan beberapa agensi lainnya.

Para investigator FBI sendiri hingga kini masih melakukan penyelidikan. Dugaan mereka, serangan ini kemungkinan tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

Serangan ini sendiri kemungkinan berkaitan dengan adanya kasus Lauri Love, seorang warga inggris yang ditangkap karena melakukan tindakan hacking. Love diduga FBI memanfaatkan celah dari sebuah software Adobe sehingga mampu mencuri data dari berbagai departemen di Amerika Serikat. [nvl]

Baca juga:
Muncul ajakan ganyang Malaysia di Facebook
Anonymous Australia kembali tegaskan tak serang Indonesia
Siapa yang hack situs FPI?
Situs-situs Indonesia rontok satu per satu
Mencari dalang peretasan situs Garuda dan Angkasa Pura
Bahkan website dengan server terhebat se dunia pun jebol

Topik berita Terkait:
  1. Amerika Serikat
  2. Hacker
  3. FBI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini