Facebook Paling Lambat Penuhi Permintaan Blokir Konten dari Pemerintah

Rabu, 15 Mei 2019 09:18 Reporter : Fauzan Jamaludin
Facebook Paling Lambat Penuhi Permintaan Blokir Konten dari Pemerintah Ilustrasi Facebook. ©2013 Merdeka.com/sexyli.com

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan bahwa saat ini Facebook merupakan platform media sosial yang paling rendah dalam hal pemenuhan permintaan Pemerintah untuk melakukan blokir konten hoaks.

"Facebook adalah yang paling parah Saya akan dengan senang hati (bagikan data)," kata Rudiantara saat Rapat Kerja Komisi I DPR RI di Gedung Wisma Nusantara II, Jakarta, Senin (13/05) dikutip dari laman resmi Kemkominfo.

Hal tersebut, menanggapi pertanyaan dari anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Evita Nursanty bahwa pengelola Facebook akan menuruti permintaan pemblokiran konten negatif berupa hoaks.

"Dalam pertemuan dengan pengelola Facebook. Di situ dia katakan kok, bahwa dia itu follow the government. Suruh tutup dia tutup," ucap Evita.

Menteri Rudiantara menyatakan pihaknya harus adu argumen terlebih dahulu dengan Facebook untuk meminta pemblokiran.

"Kenyataannya tidak begitu! Belum tentu yang kita minta take down di-take down dengan berbagai macam alasan. Apa yang dikatakan Facebook kepada teman-teman di Komisi I berbeda dengan kenyataannya," ujar Rudiantara.

Menurut Rudiantara, terkadang alasan penolakan atas permintaan Pemerintah untuk memblokir konten yang dianggap melanggar dinilai tidak sesuai dengan aturan Facebook.

Menteri Rudiantara menjelaskan apabila dibandingkan dengan platform media sosial lainnya, Facebook dinilai yang paling rendah ketaatannya karena sering tidak menuruti permintaan pemblokiran pemerintah. [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Facebook
  2. Hoaks
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini