Facebook Gandeng Organisasi Kesehatan Gunakan Messenger Respons Isu Covid-19

Selasa, 24 Maret 2020 14:10 Reporter : Merdeka
Facebook Gandeng Organisasi Kesehatan Gunakan Messenger Respons Isu Covid-19 Ilustrasi Facebook. ©2013 Merdeka.com/sexyli.com

Merdeka.com - Facebook menggandeng organisasi kesehatan pemerintah dan organisasi kesehatan PBB untuk membantu mereka menggunakan Messenger sebagai salah satu medium untuk meningkatkan respons terhadap isu Covid-19.

Kementerian Kesehatan Argentina, misalnya, merilis layanan berbasis Messenger ini, dengan dukungan Botmaker.com. Layanan tersebut bertugas untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat tentang virus corona dan memberikan saran resmi, cepat, dan andal, selama 24 jam sehari.

"Organisasi seperti UNICEF dan Kementerian Layanan Kesehatan Nasional Pakistan juga menggunakan Messenger untuk memastikan audiens mereka mendapatkan informasi terbaru tentang Covid-19.

"Kami juga membuat online hackathon dan mengundang pengembang untuk membangun solusi perpesanan yang mengatasi tantangan terkait dengan coronavirus seperti menjaga jarak sosial dan menjaga agar orang-orang tetap terdidik dan mendapat informasi," kata Stan Chudnovsky, VP of Messenger dikutip dari keterangan resmi Messenger.

1 dari 1 halaman

Informasi Terpercaya

Stan menyebut saluran digital seperti Messenger banyak digunakan untuk mendapatkan informasi tepercaya dari otoritas kesehatan di tengah-tengah pandemi global ini. Oleh sebab itu, kata Stan, perusahaan meluncurkan program ini untuk skala global.

Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara organisasi kesehatan pemerintah dan organisasi kesehatan PBB dengan pengembang yang dapat membantu mereka menggunakan Messenger secara efektif untuk berbagi informasi tepat waktu dan akurat.

"Mitra pengembang kami telah menawarkan diri untuk memberikan layanan mereka secara gratis kepada organisasi-organisasi tersebut selama krisis ini. Pengembang akan membantu mereka dengan hal-hal seperti automatisasi tanggapan terhadap pertanyaan umum, yang dapat mengurangi beban staf yang kewalahan," tutur Stan lebih lanjut.

Selain itu, organisasi-organisasi tersebut akan diajari cara berbagi informasi dengan audiens mereka secara paling efektif dan bagaimana secara lancar beralih dari percakapan otomatis ke percakapan langsung dengan staf mereka ketika diperlukan.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Mochamad Wahyu Hidayat

[faz]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Media Sosial
  3. Facebook
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini