Eropa Desak Platform Jejaring Sosial Makin Serius Basmi Hoaks

Senin, 12 Oktober 2020 08:56 Reporter : Indra Cahya
Eropa Desak Platform Jejaring Sosial Makin Serius Basmi Hoaks Ilustrasi Hoaks. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua tahun pasca kesepakatan soal praktik pengaturan mandiri untuk mengatasi disinformasi, Facebook, Google, Twitter dan perusahaan teknologi lainnya harus berupaya lebih serius untuk membasmi disinformasi.

Sesuai permintaan Komisi Eropa, perusahaan-perusahaan teknologi harus lebih keras mengatasi disinformasi dan hoaks di kawasan Eropa. Mengutip laman Reuters via Tekno Liputan6.com, informasi palsu dan disinformasi seputar Covid-19 membuat media sosial harus lebih proaktif dalam memerangi masalah tersebut.

Perusahaan teknologi, termasuk Mozilla dan industri periklanan menandatangani kesepakatan tentang praktik penanganan konten ini pada 2018. Tujuannya adalah untuk mencegah regulasi yang lebih memberatkan bagi mereka. Selain Facebook dkk, Microsoft dan TikTok pun bergabung kemudian.

Sayangnya menurut Komisi Eropa, setelah dilakukan penilaian pada tahun pertama, ada beberapa kekurangan dalam kode praktik tersebut.

"Dapat dikelompokkan dalam empat kategori besar, penerapan kode yang tidak konsisten dan tidak lengkap di seluruh platform dan negara negara anggota, kurangnya definisi yang seragam, serta adanya celah dalam cakupan komitmen kode, serta batasan intriksik pada sifat pengaturan mandiri kode," tulis laporan evaluas Komisi Eropa yang dilihat Reuters.

Wakil Presiden Komisi Eropa untuk Nilai dan Transparansi Uni Eropa Vera Jourova menyerukan, diperlukan lebih banyak tindakan untuk melawan risiko baru.

Baca Selanjutnya: Bakal Usul Aturan Baru...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini