Empat anak muda di balik kesuksesan Tiket.com

Jumat, 5 Agustus 2016 10:55 Reporter : Fauzan Jamaludin, Anwar Khumaini
Empat anak muda di balik kesuksesan Tiket.com BOD Tiket.com. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama Tiket.com rasanya sudah tak asing lagi di telinga kita. Perusahaan yang berdiri sejak 2011 lalu, kini boleh dibilang menjadi salah satu raksasa di industri online travel agent tanah air. Namun di balik kesuksesannya itu, ada cerita yang menarik ketika proses itu sedang dilalui.

Co-founder sekaligus Chief Communication Officer Tiket.com, Gaery Undarsa menceritakan proses awal Tiket.com berdiri kepada Merdeka.com. Menurut Gaery, Tiket.com berawal dari empat orang anak-anak muda yang memiliki passion dan kemampuan untuk membangun bisnis internet. Empat orang itu adalah Wenas Agusetiawan, Natali Ardianto, Gaery Undarsa, dan Dimas Surya Saputra. Kebetulan saat itu mereka belum terpikir akan terjun di industri online travel agent.

"Kita sebelumnya dulu punya software house, saya dan partner sempat bikin software house untuk melayani perbankan tapi waktu itu cuma sebentar karena kita melihat di Indonesia waktu itu software developer kurang dihargai. Banyak sekali permintaan tapi belum begitu mature juga. Istilahnya saat kita bikin produk untuk orang lain, habis itu hilang. Dari situ kita berpikiran kenapa gak bikin produk sendiri aja?" kata Gaery saat wawancara eksklusif di kantornya, Jakarta.

Pertanyaan itu akhirnya memicu mereka untuk bekerja keras mencari ide yang sederhana dan mampu dikerjakan. Akhirnya, ide untuk membuat perusahaan online travel agent pun tercetuskan. Boleh dibilang, ide mereka itu bukanlah yang pertama, banyak kompetitor yang notabene sebagai global player juga bermain di industri yang sama. Bahkan menjadi pemain yang terkuat saat itu. Namun, keyakinan untuk bisa menjadi pemain utama di negeri sendiri merupakan awal dari tekad mereka.

"Kalau kita bandingkan industri ini dengan negara-negara tetangga, contoh China sama India. Itu pemain besarnya, pasti pemain lokal. Kenapa? Karena pemain lokal itu punya akses yang langsung dan tahu betul marketnya. Makanya kita beranikan mulai di bisnis ini. Kalau mereka main di satu atau dua produk, kenapa kita gak bikin solusi integrasi semua. Mau pesawat, kereta api, hotel, event, atau sewa mobil juga ada. Yang jelas, kita meyakini bahwa kita mampu take over the market," terang Gaery.

Keyakinannya itu akhirnya diuji saat Tiket.com resmi diluncurkan pada 2011 silam. Gaery mengungkapkan, awal Tiket.com hadir tidak langsung menawarkan layanan tiket yang tersedia saat ini. Semua itu butuh proses. Mereka mengawalinya dengan menjual tiket hotel dan konser. Maklum, saat itu nama Tiket.com belum banyak diketahui orang sehingga untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan transportasi cukup sulit.

"Maskapai belum ada yang percaya, kereta api waktu itu belum ada onlinenya pula. Jadi waktu itu kita awal bermain di layanan tiket hotel dan konser," tuturnya.

Namun, pelan-pelan berkat kesuksesannya melayani tiket hotel dan konser, nama Tiket.com kian melambung. Alhasil, satu per satu perusahaan maskapai penerbangan mau bekerja sama dengan Tiket.com.

"Setelah maskapai kita anggap cukup sukses, baru kita pelan-pelan masuk ke tiket kereta api dan bisa besar hingga saat ini," ujar Gaery. [bbo]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. E Commerce
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini