E-commerce ini klaim anti jual barang bekas KW

Rabu, 12 April 2017 15:33 Reporter : Fauzan Jamaludin
Prelo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Barang bajakan kerap kali menjengkelkan untuk sebagian orang. Terlebih jika hal itu kena tipu di e-commerce. Hal itu pun pada dasarnya tak bisa disalahkan sepenuhnya kepada e-commerce. Ini menjadikan pekerjaan rumah bersama-sama.

Menurut laporan dari Special 301 Report oleh Kantor Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative’s Office), Indonesia merupakan 1 dari 11 negara di dunia yang sering melanggar hak aset intelektual.

Melihat hal itu, muncul e-commerce berbasis market place yang mengklaim anti penjualan barang KW sekalipun itu barang bekas. E-commerce itu bernama Prelo. Prelo merupakan marketplace online untuk barang bekas yang berkualitas dan asli alias 'no KW' di Indonesia.

"Di bisnis saya sebelumnya, banyak sekali aduan dari pembeli dan penjual tentang barang palsu yang dijual. Ini menyadarkan kami bahwa betapa mudahnya barang palsu diperjualbelikan di Indonesia. Akhirnya, ini menjadi salah satu alasan yang mendorong kami membangun Prelo," jelas founder sekaligus CEO Prelo, Fransiska Hadiwidjana kepada Merdeka.com melalui keterangan resminya, Rabu (12/4).

Dikatakan dia, meski barang bekas, sesumbar memiliki kualitas yang mumpuni. Pasalnya, ada sistem kurasi yang diterapkan dalam marketplace miliknya.

"Berkat sistem kurasi dan garansi produk asli, pengguna Prelo bisa berbelanja dengan tenang," sesumbarnya.

Semenjak peluncurannya pada November 2015, startup asal Bandung ini telah memfasilitasi transaksi senilai lebih dari 1 juta dollar AS atau Rp 13 miliar.

Kini, Prelo memiliki puluhan ribu pengguna aktif setiap bulannya dan memiliki 200.000 produk yang tersedia dalam platform. Tim yang beranggotakan 13 orang ini telah menerima pendanaan awal dari Rebright Partners pada tahun 2015 yang tidak disebutkan jumlahnya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.