E-cigarette laris di Amerika

Selasa, 2 Juli 2013 14:49 Reporter : Sannidya Ayu Andriana
E-cigarette laris di Amerika E-cigarette. ©2013 Mashable.com

Merdeka.com - E-cigarette meraih penjualan retail sebesar $2 miliar pada tahun ini. Diawali dengan proyek iseng-iseng, e-cigarette dapat menjadi 'the next big thing'.

Diberitakan Mashable (30/6), Sean Parker, co founder dari Napster adalah bagian dari kelompok yang menginvestasikan $75 juta di NJOY, sebuah perusahaan rokok elektrik. Selain itu, Founders Fund, kelompok modal ventura yang dimulai oleh co founder dari PayPal juga bergabung.

001 sannidya ayu andriana?20130702110716

E-cigarette pertama dibuat oleh Golden Dragon Holdings, sebuah perusahaan China yang memulai mengekspor produk ini pada tahun 2005. Delapan tahun kemudian, dari 45 juta perokok di Amerika, 2,5 juta merokok dengan e-cigarette.

Apa itu e-cigarette? E-cigarette adalah sebuah rokok, dengan pipa, baterai, filamen-pemanas dan katrid yang diisi dengan nikotin. Beberapa menyerupai bolpoin, rokok, cerutu, atau pipa. Kartrid yang dapat diganti menjadikannya dapat digunakan berulang kali, beberapa juga memiliki ujung LED yang bersinar.

Saat pengguna menghirup dan kemudian menghembuskan napasnya, mereka akan meniup uap, bukan asap. Karena tidak ada api, tidak ada tar atau karbon monoksida terhirup. Tetapi bukan berarti tidak ada risiko.

Food and Drug Administration Amerika telah mengadakan penyelidikan mengenai keberadaan karsinogen di dalam e-cigarette, dan telah memperingatkan resiko keamanan sejak tahun 2009.

Studi mengungkapkan bahwa jejak karsinogen biasanya ditemukan dalam asap tembakau. Studi lain mengungkap bahwa hanya dengan merokok selama 5 menit akan menyebabkan kesulitan bernapas. Bahan kimia pada nikotin dapat meningkatkan resiko asma dan radang pernapasan. [sny]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Teknologi
  3. Rokok Elektrik
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini