D'Kapster, Startup Melayani Jasa Potong Rambut

Kamis, 16 Mei 2019 13:00 Reporter : Fauzan Jamaludin
D'Kapster, Startup Melayani Jasa Potong Rambut D'Kapster. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ini tak hanya ojek online yang sudah bisa dirasakan oleh masyarakat. Namun lebih dari itu. Kini, jika Anda ingin memangkas rambut, DKapster akan siap melayani kebutuhan konsumen. Lantas, Apa itu DKapster?

DKapster merupakan sebuah startup aplikasi yang melayani pengguna untuk memotong rambut yang sudah berjalan 2 tahun. Konsumen pun tak perlu repot-repot untuk datang ke tempat potong rambut. Kapster yang akan datang.

Menurut Yopy Perdana Kusuma, CEO & Founder DKapster mengatakan, platform yang dibuatnya ini, ingin membuat ekosistem barbershop di seluruh Indonesia. Para mitranya pun saat ini adalah owner-owner barbershop dan kapster yang sudah masuk ke dalam sistemnya.

"Jadi kami membuat ekosistem barbershop di seluruh Indonesia dalam dunia digital. Berupa website dan aplikasi. Mitra kami adalah owner barbershop yang ikut dalam sistem ini. Selain itu, juga bisa membooking kapster. Dengan sistem ini, masyarakat tak perlu mengantri," kata Yopy saat bincang santai dengan Merdeka.com belum lama ini.

Soal harga, kata Yopy, tentu bervariasi. Di dunia barbershop, tak bisa semua konsumen bisa dipukul rata. Yopy membagi harga dengan 3 grade; premium, gentlemen, dan classy. Untuk premium, dipatok harga Rp 50 ribu. Gentleman Rp 70 ribu dan classy Rp 100 ribu.

"Dan ada juga grade yang paling tinggi. Tergantung dari siapa kapsternya. Grade ini bisa dibilang grade raja. Dikhususkan buat konsumen seperti selebriti atau pejabat dengan tarif Rp 700 ribu per orang. Kita sudah memiliki 3 mitra yang sudah bergabung untuk di grade ini. Seperti Jakcy Tribal dan Babe Barbershop," jelas Yopy.

DKapster saat ini baru beroperasi di wilayah Jabodetabek untuk tahun 2019. Mitra barbershop mereka saat ini baru 10 brand. Namun, terkadang 1 brand memiliki banyak toko. Jadi mitra sedikit tapi gerai banyak. Sementara untuk jumlah kapster-nya 30 an lebih.

"Jadi di aplikasi tersebut, ada 2 pilihan menu. Barbershop atau barberman. Karena begini, profesi ini ada yang digeluti secara individu atau freelance. Sebetulnya kami ingin membangun ekosistem yang tidak berpihak kemanapun. Semangatnya membangun industri barbershop dan haircut," terangnya.

Aplikasi besutan DKapster ini baru didownload sekitar 100 pengunduh. Maklum, mereka baru merilis aplikasi mobilenya pada bulan Maret lalu. Sejauh ini, kata Yopy, sebulan sudah ada 20 orang per kapster yang memesan melalui aplikasi. Sebelum ada aplikasi, pesanan hanya di bawah 20 orang per kapster.

"Kalau di total ya mulai dari barbershop dan barberman, per bulan bisa mencapai 200 pesanan," jelas Yopy.

DKapster ini merupakan startup binaan dari Digiasia Bios. Menurut CEO Digiasia Bios, Hermansjah Haryono, pihaknya menginkubasi beberapa startup yang mampu membantu konsumen, termasuk DKapster.

Iman sapaan akrab Hermansjah bercerita saat pertama kali bertemu DKapster. Kata dia, waktu itu tim dari DKapster ditanya tentang persaingan dengan brand sejenis, sebut saja Go-Glam. Beruntung pihak DKapster dapat memberikan jawaban yang memuaskan.

"Intinya DKapster tidak ingin merombak tatanan bisnis yang sudah ada. Jadi kalau mau lihat bisnis ini adalah player, owner, barbershop, dan kapster. Kalau misalnya datang masuk ke kapster, saya jadi mitra kesel pastinya karena mau memotong mata rantai begitu saja. Nah, DKapster ini tidak. Mereka melakukan pendekatan juga ke owner. Semangat kami itu, semangat kemitraan," jelasnya.

Akhirnya, dengan visi dan misi yang jelas dimiliki DKapster, Digiasia Bios mau membantu untuk berkembangnya startup besutan Yopy Perdana Kusuma. Mulai dari perencanaan hingga masuk ke pasar. [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini