Diduga baterai 'overheat,' iPhone 6 meledak di pesawat menuju Hawaii

Senin, 21 Maret 2016 14:32 Reporter : Indra Cahya
Diduga baterai 'overheat,' iPhone 6 meledak di pesawat menuju Hawaii iPhone 6 meledak di pesawat. © dailymail.co.uk

Merdeka.com - Selasa minggu lalu dilaporkan bahwa sebuah perangkat iphone meledak di sebuah pesawat. Baterai lithium-ion diduga sebagai penyebab meledaknya sebuah perangkat smartphone.

Dilansir dari Phone Arena (20/3), seseorang bernama Anna Crail, berada di dalam pesawat Alaska Air yang berangkat dari Bellingham, Washington, menuju Hawaii. Crail yang sedang menonton film di pesawat, tiba-tiba terkejut ketika iPhone 6 miliknya tiba-tiba memercikkan api. Seketika, sebuah api sebesar 20 centimeter muncul dari iPhone tersebut. Api yang besar tersebut berusaha dimatikan dengan cara mendorongnya ke kursi penumpang lain, yang justru membuat api menjalar lebih besar.

Menurut pengakuan Crail, dia sudah pesimis kalau pesawat ini akan selamat. Dia berpikiran api dari smartphone miliknya dapat mengirim dia dan 162 penumpang yang lain ke laut pasifik.

Meski demikian, akhirnya api dapat dipadamkan oleh para pramugari dan pesawat mendarat dengan selamat. Hal ini menandai pertama kalinya sebuah iPhone meledak di pesawat.

iPhone 6 meledak di pesawat gizmodo.com

Inilah mengapa bandara punya regulasi ketatterkait pembawaan smartphone di pesawat. Baterai lithium-ion tertentu, dapat meledak jika terkena panas. Menurut pakar penerbangan John Nance, untuk mengurangi resiko, membawa smartphone ke pesawat haruslah diset ke mode terbang. Hal ini akan menghindarkan smartphone untuk mencari sinyal, yang tentu dapat menaikkan temperatur baterai.

Berdasarkan insiden ini, Federal Communication Commisionsmaupun Apple tak ada yang berkomentar.

Hal ini bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya, di 2014 lalu di penerbangan dari Tel-Aviv Israel ke Praha Republik Ceko, sebuah iPhone 5 dilaporkan mengeluarkan asap. Setelah menunda untuk terbang, akhirnya pesawat tersebut diperbolehkan terbang.

Baterai lithium-ion memang punya potensi meledak jika diisi daya terlalu lama atau terkena paparan panas yang tinggi. Tercatat berbagai kasus ledakan baterai (non-penerbangan) telah terjadi, dan korban jiwa juga telah berjatuhan.

Meski demikian, belum pernah ada ledakan baterai di pesawat. Hal ini dikarenakan tindakan preventif yang telah dilakukan maskapai. Boeing bahkan pernah menyimpan pesawat 787 Dreamliner keluaran mereka, karena terbukti mampu membuat baterai yang disimpan di bagasi overheat. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Gadget
  2. IPhone 6
  3. Apple
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini