Di ShanghaiTex, startup 88Spares bicara soal industri tekstil masa depan

Rabu, 6 Desember 2017 13:48 Reporter : Fauzan Jamaludin
Di ShanghaiTex, startup 88Spares bicara soal industri tekstil masa depan 88Spares. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan marketplace business-to-business (B2B) baru untuk suku cadang mesin tekstil dan busana, 88Spares.com, mengumumkan bahwa mereka telah berpartisipasi dalam pameran industri tekstil tahunan terbesar di Cina bernama ShanghaiTex 2017 atau International Exhibition on Textile Industry yang ke-18 pada tanggal 27 hingga 30 November 2017. Tema tahun ini adalah “Textile for Smarter Future” atau Tekstil untuk Masa Depan yang Lebih Cerdas.

Dengan fokus pada Industri 4.0, ShanghaiTex 2017 berharap bisa mendorong industri tekstil secara keseluruhan untuk menjadi lebih digital dengan mengedepankan kemajuan teknologi dalam hal produksi, digitalisasi, keberlangsungan, dan servitisasi. Acara tahun ini diadakan pada Shanghai New International Expo Centre dan mendatangkan lebih dari 60.000 pengunjung dan 1.200 eksibitor yang berasal lebih dari 80 negara.

Nah, 88Spares sebagai platform digital baru yang ingin membantu para pemain dalam industri mesin tekstil menunjukkan taringnya dalam acara dengan membangun dua booth pada hall E1 dan E4 sepanjang acara, serta mengadakan sebuah acara seminar eksklusif yang mengundang 60 peserta VIP pada hari kedua.

Melalui platform canggihnya, 88Spares membantu para vendor suku cadang mesin untuk menjual produknya secara langsung kepada pembeli, melewati perantara tengah dalam prosesnya. Dengan begitu, pembeli bisa menghemat biaya dan vendor pun bisa mendapatkan untung lebih.

“Alasan utama kami membangun platform ini adalah untuk mengatasi permasalahan utama yang terus berlanjut di industri tekstil,” ungkap Rosari Soendjoto, CMO sekaligus Co-founder dari 88Spares.com.

Sebelumnya, tim 88Spares telah berkeliling Eropa, khususnya Italia dan Jerman untuk bertemu dan mengajak vendor-vendor Eropa untuk bergabung dalam platform mereka.

“Hal yang kita pelajari setelah berbincang-bincang dengan vendor-vendor kami di Eropa adalah banyak sekali bisnis mesin tekstil yang membutuhkan solusi efisien agar bisa siap dan bertahan dalam industri 4.0,” tambah Rosari.

Permasalahan yang sering dihadapi cenderung berpusat pada rantai pemasokan yang terlampau panjang antara vendor ke pembeli yang membuat keuntungan untuk kedua belah pihak semakin mengecil.

“Fokus kami ketika membangun teknologi pada platform kami—dari fitur e-commerce sederhana hingga teknologi tingkat tinggi yang melibatkan Kecerdasan Buatan—adalah membantu menyelesaikan permasalahan ini bagi seluruh pemangku kepentingan dan memberdayakan industri secara keseluruhan,” ungkap Rosari.

“Kami tidak ingin menjadi disruptor dalam Industri ini. Justru sebaliknya, kami ingin menjadi faktor pemberdaya dan agen perubahan yang mempersiapkan seluruh pemain untuk menyambut revolusi Industri 4.0,” tambah Hartmut.

ShanghaiTex 2017 juga mengundang berbagai ahli dalam industri untuk membawakan diskusi penting, seperti Jacob Li, Wakil Presiden dari Kutesmart, Agnes Kubiak, Co-founder dan Direktur Kreatif Style-Vision dari Paris, serta Profesor Doktor Tao Xiao Ming dari Hong Kong Polytechnic University. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Tekstil
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini