Di Dark Web, Penjahat Cyber Banderol Rp 30 Juta untuk Data Perusahaan

Selasa, 28 Juni 2022 08:28 Reporter : Merdeka
Di Dark Web, Penjahat Cyber Banderol Rp 30 Juta untuk Data Perusahaan Ilustrasi hacker. ©Reuters/Kacper Pempel

Merdeka.com - Dalam riset yang dilakukan Kaspersky, terekam adanya permintaan tinggi di dark web untuk data melakukan serangan. Sederhananya, data-data yang diperlukan untuk melakukan tahapan-tahapan tertentu sebuah serangan multifase. Setelah pelaku serangan cyber mendapatkan akses ke infrastruktur perusahaan, mereka bisa menjual akses itu ke penjahat cyber lain, misalnya ke pelaku ransomware.

"Lebih dari 200 postingan di Dark Web yang menawarkan untuk membeli informasi akses awal di forum perusahaan, dengan maksud menentukan jenis data perusahaan yang dijual, serta kriteria apa yang digunakan penjahat cyber untuk memberi harga dari sebuah data perusahaan," ujar Sergey Shcherbel, pakar keamanan Kaspersky dalam keterangannya, Selasa (28/6).

Dilanjutkan Sergey, kebanyakan postingan 75 persen menjual akses Remote Desktop (RDP). Mereka menyediakan akses ke desktop atau aplikasi dengan host jarak jauh, yang memungkinkan penjahat cyber untuk mengkonek, mengakses, dan mengendalikan data dan sumber daya perusahaan melalui host jarak jauh seakan-akan karyawan perusahaan mengendalikan data secara lokal atau dari dalam perusahaan.

"Data akses untuk infrastruktur perusahaan besar biasanya berkisar USD2000 – USD4000 atau setara Rp 30-60 juta, yang terbilang cukup murah. Namun sebenarnya tidak ada batasan dari harga yang ditawarkan. Data perusahaan dengan pendapatan USD465 juta bisa ditawarkan seharga USD50 ribu atau Rp 741 juta," ungkap dia.

Maka itu, pihaknya terus menerus memonitor forum darknet untuk mendeteksi tren dan taktik terbaru penjahat cyber bawah tanah. Ia melihat adanya peningkatan pasar akan data yang dibutuhkan untuk melakukan serangan. Mampu melihat berbagai sumber daya di dark web menjadi penting bagi perusahaan yang ingin memperkaya intelijen ancaman.

[faz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini