Di Balik Rencana Google Menutup Hangouts

Rabu, 5 Desember 2018 16:45 Reporter : Indra Cahya
Di Balik Rencana Google Menutup Hangouts Ilustrasi Google Hangout. ©2018 The Next Web

Merdeka.com - Beberapa waktu yang lalu, Google disebut akan mengakhiri eksistensi dari platform messaging Google Hangouts untuk konsumen perorangan. Hal ini akan direalisasikan pada 2020. Meski demikian, platform Hangouts akan dipertahankan untuk pengguna akun Google bisnis.

Namun, kabar burung ini cepat-cepat dibantah oleh Google melalui Hangouts Product Lead Scott Johnston melalui akun Twitternya.

Sebagaimana melansir Tekno Liputan6.com yang mengutip Phone Arena, Selasa (4/12/2018), Google belum menentukan kapan Hangouts akan ditutup. Masih berdasarkan cuitan tersebut, Hangouts memang nantinya akan ditutup untuk pengguna non-bisnis.

Meski demikian, Johnston mengatakan, sebelum hal tersebut terjadi, pengguna Hangouts akan dimigrasikan ke aplikasi Hangouts Chat dan Hangouts Meet.

Hangouts Chat sendiri merupakan ruang yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi melalui pesan langsung atau group. Sementara, Hangouts Meet merupakan layanan obrolan video yang memungkinkan konferensi video hingga 50 orang.

"Saat ini Chat dan Meet hanya tersedia untuk akun G Suite, namum sebelum kami memigrasikan konsumen, itu akan berubah," tuturnya dalam cuitan.

Dalam cuitan terpisah, dia menuliskan, "Migrasi harus bersifat otomatis dan bersifat tak terlihat bagi pengguna akhir."

Nantinya, ketika migrasi dilakukan, para pengguna Google akan bisa memakai Allo dan Hangouts Chat untuk keperluan perpesanan. Sementara, untuk video call pengguna bisa menggunakan Duo dan Hangouts Meet.

Kabar Burung Hangout Ditutup

Kabar Hangouts yang akan ditutup sendiri datang dari blog yang membahas rumor-rumor terkait Google yakni 9to5Google. Mengutip The Verge, Minggu (2/12/2018), Hangouts telah lama mengalami krisis identitas, sejak aplikasi tersebut melenggang sebagai GTalk pada 2013 silam.

Bahkan, Google juga menghentikan update aplikasinya. Oleh karenanya, banyak ulasan menyebut, aplikasi ini menunjukkan tanda-tanda usia lanjut, bug, dan bermasalah pada kinerjanya. Hangouts juga telah kehilangan berbagai fiturnya dalam beberapa tahun terakhir.

Selama bertahun-tahun, Google berupaya memposisikan Hangouts sebagai kompetitor aplikasi chatting di tempat kerja seperti Slack. Namun sejauh ini belum ada langkah dari Google untuk membuatnya jadi mirip dengan Slack. Tidak hanya itu, Google juga menghilangkan dukungan perpesanan SMS di Hangouts pada Mei 2017.

Beralih ke fokus Google selanjutnya untuk Hangouts, yakni menjadi aplikasi chatting di tempat kerja, Google mempertahankan G Suite Hangouts Chat dan platform konferensi video Hangouts Meet.

Menyerah dengan Platform Messaging

Sebelumnya pada bulan April, Google memang telah menyebut, "Mulai menyerah dengan aplikasi messaging untuk konsumen." Kala itu Google merilis RCS Chat yang terhubung dengan Android Messages.

Sampai saat ini Chat belum dirilis, namun laporan yang beredar menyebut RCS messaging bakal hadir awal 2019, atau sejalan dengan tutupnya Google Hangouts di tahun 2020 mendatang.

Meski tak banyak yang pakai, sebenarnya Hangouts di Gmail cukup bermanfaat bagi orang-orang yang tidak memiliki smartphone untuk terus terhubung ke aplikasi pesan. Dan memang, aplikasi ini cukup memiliki pasar yang besar di para pekerja kantoran yang selalu berkomunikasi dengan email Google.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Google
  2. Aplikasi Smartphone
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini