KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Di balik perdebatan juri tentukan pemenang kompetisi aplikasi KPU

Minggu, 8 November 2015 22:31 Reporter : Fauzan Jamaludin
aplikasi pilkada serentak. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemenang kompetisi Pilkada Serentak Apps Challenge Code for Vote 4.0 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) akhirnya telah diumumkan. Ada sedikit cerita mengenai proses perdebatan saat penjurian final yang memaksa para juri untuk menambahkan satu kategori lagi yang sebelumnya ada tiga dan diskusi panjang mengenai proses penilaian.

Menurut salah satu perwakilan dari juri, Agung Yudha, mengatakan, perdebatan yang membahas mengenai kategori tambahan, lantaran pada kategori Digitalisasi C1 tidak ada satu pun finalis yang aplikasinya masuk sebagai syarat pada kategori tersebut. Namun, ada beberapa apilikasi yang pantas diberikan apresiasi.

“Untuk soal penambahan kategori, hal ini lantaran tidak ada finalis yang masuk pada kategori Digitalisasi C1. Namun, kita justru melihat ada satu kategori yang sayang untuk jika tidak diberikan apresiasi. Ada beberapa aplikasi yang punya nilai lebih dan punya fungsi yang sama untuk mendukung pilkada dan sesudah pilkada. Oleh karena itu, kita sepakat untuk menambah satu kategori lagi bukan menggantikan digitalisasi C1. Kita tambah kategori dengan nama aplikasi visioner,” ujarnya saat menjelaskan proses penjurian kepada para finalis di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Minggu (8/11).

Selain itu juga, kata Agung, perdebatan juri juga berlangsung lama manakala menentukan cara penilaiannya. Maksudnya, pada kategori khusus, yakni misalnya perempuan, penekanan penilaiannya apakah pada developer yang notabene perempuan atau aplikasinya yang bermanfaat bagi perempuan. Begitu juga dengan kategori pada disabilitas. Akhirnya, setelah melakukan diskusi panjang, dewan juri sepakat untuk menilai dari sisi kegunaan aplikasinya kepada peruntukannya.

“Kita juga ada perdebatan mengenai kategori khusus, pertama kategori khusus untuk perempuan, apakah yang ditekankan pada developernya yang perempuan atau aplikasi diperuntukan untuk permpuan. Akhirnya kita putuskan bagaimana aplikasi itu punya nilai tambah untuk perempuan. JIka memang ada dua yang nilai setara atau developernya perempuan akan menjadikan nilai tambah pada proses selanjutnya. Hal yang sama juga berlaku untuk kategori disabilitas, jadi akhirnya sama, karena sifatnya ini hackaton, maka, fokus pada aplikasinya,” jelasnya.

Sementara itu, pada kategori umum tidak ada perdebatan antar juri sehingga, proses dalam penjuriannya pun cenderung berjalan mulus. Adapun beberapa pemenang dalam kompetisi ini:

Kategori Umum:

Juara 1: Pilkadanesia
Juara 2: SIPS
Juara 3: Janjimu

Kategori Perempuan:

Gerbang Pilkada

Kategori Disabilitas:

Blind Information

Kategori Digitalisasi C1:

-

Kategori Visioner :

Pemilu akses [hwa]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.