Deretan Kekurangan Aplikasi Gratis, Tetap Bayar?

Selasa, 5 November 2019 07:00 Reporter : Indra Cahya
Deretan Kekurangan Aplikasi Gratis, Tetap Bayar? Aplikasi Wajib Buang Agar Smartphone Tak Lemot. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Aplikasi smartphone seringkali tidak kita 'syukuri.' Pasalnya, dari berbagai aplikasi yang sering kita pakai, kita merasa semua aplikasi smartphone itu gratis.

Namun itu tak benar. Bahkan hampir semua aplikasi smartphone mengharuskan kita membayar, atau kita dipapar iklan. Jadi, salah satu faktor penting untuk dipertimbangkan apakah aplikasi itu nanti akan digunakan dalam jangka waktu lama atau tidak adalah biaya. Karena memang aplikasi gratis itu tak ada.

Ya, mayoritas aplikasi gratis yang ada saat ini berjenis freemium, atau mengandung item berbayar di dalamnya (in-app purchase). Bahkan aplikasi gratis hampir semuanya 'dikotori' oleh iklan yang sering menganggu pengguna.

Nah, mari kita bahas deretan jenisnya.

1 dari 2 halaman

Tiga Model Aplikasi Gratis

Model pertama aplikasi gratis ini adalah Spotify. Aplikasi ini menawarkan biaya berlangganan untuk menghapus iklan dan membuka fitur-fitur tambahan.

Fitur-fitur ini berupa mendengarkan musik offline dan memainkan musik sesuka hati, tidak dibatasi acak atau 'shuffle'.

Model kedua contohnya adalah membayar untuk mendapat konten baru. Contohnya game 'Plants vs. Zombie'.

Game ini mengharuskan pengguna untuk membayar untuk mendapatkan konten anyar, misalnya tumbuhan pembunuh zombie baru.

Model ketiga seperti 'Tinder'. Aplikasi kencan ini mempunyai versi berbayar yang memungkinkan akses ke layanan-layanan premium.

2 dari 2 halaman

Mimpi Buruk Bagi Developer dan Pengguna

Aplikasi gratis memang paling banyak diunduh, karena, well, tidak dibutuhkan biaya sama sekali untuk menginstalnya. Akan tetapi ada satu kelemahan besar yang mengancam setiap aplikasi gratis di luar sana. Dicampakkan developer dan pengguna!

Untuk untung dari sebuah aplikasi gratis, movableonline menyatakan bila aplikasi itu harus diunduh dan diaktifkan versi premiumnya hingga 10.000 kali agar bisa untung.

Tentu angka tadi merupakan jumlah unduhan besar untuk aplikasi baru. Oleh sebab itu, aplikasi gratis tidak jarang ditinggal developernya karena tidak menghasilkan uang, meski masih dipakai oleh beberapa pengguna.

Oleh sebab itu, aplikasi graris yang sukses biasanya dibuat oleh developer raksasa, seperti Google. Atau aplikasi game dengan konten unik yang masih jarang ditemukan di toko aplikasi. [idc]

Baca juga:
Aplikasi AXISnet Perkaya Fitur Baru
WhatsApp di Android Kini Bisa Dikunci Dengan Sidik Jari
Berbasis Aplikasi, MDT Operasikan Capsule Bus Koja Trans di Jambi
Viralnya Gradient, Aplikasi yang Miripkan Anda Dengan Selebriti
Konten Video Singkat Jadi Tren di Tahun 2019
Buah Hatiku Global Kembangkan Aplikasi Reseller Mudahkan Proses Distribusi
Aplikasi Ala Snapchat Milik Instagram Kurang Peminat

Topik berita Terkait:
  1. Aplikasi Smartphone
  2. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini