Deretan Kecanggihan 4 Kamera Huawei P30 Pro

Kamis, 28 Maret 2019 16:00 Reporter : Indra Cahya
Deretan Kecanggihan 4 Kamera Huawei P30 Pro Huawei P30 Pro. ©2019 phonearena.com

Merdeka.com - Huawei baru saja merilis flagship barunya yakni P30 Pro. Ini bukanlah flagship biasa, karena ini adalah smartphone papan atas yang sangat mengandalkan kehebatan dan kecanggihan fitur kameranya.

Huawei pun terlihat berani untuk membeberkan deretan spesifikasi dari kameranya yang total berjumlah empat sensor di belakang dan satu di depan tersebut.

Konsep Huawei dengan empat kameranya adalah membungkus semua tren kamera smartphone kekinian ada di dalam satu paket, diperkuat dengan spesifikasi kamera mumpuni, dan diperkaya dengan software yang juga canggih dan cerdas.

Mari kita bahas satu persatu.

Sensor Baru

Huawei dengan P30 Pro membawa misi baru di dunia fotografi smartphone, yakni ingin "menulis kembali aturan fotografi." Hal ini terlihat di kamera utamanya yang diberi nama SuperSpectrum. Ini adalah sensor kamera baru yang mengusung resolusi 40MP dengan piksel tak lazim.

Ketika sensor lain memiliki piksel RGB atau merah, biru, dan dua subpiksel hijau, P30 Pro mengganti piksel hijau dengan piksel kuning. Sehingga sensor smartphone ini memiliki pengaturan RYYB.

Dengan sensor baru ini, Huawei menjanjikan masuknya cahaya yang lebih banyak sekitar 40 persen ketimbang sensor RGB biasa. Hal ini bermanfaat di situasi redup cahaya atau gambar yang lebih tajam tanpa noise.

Meski demikian, sensor 40MP milik Huawei P30 Pro ini mengusung teknologi Quad Bayer di mana 4 piksel yang berdekatan memiliki warna yang sama. Sensor kamera semacam ini akan menghasilkan output di mana empat pikselnya memiliki warna yang sama. Sehingga 40MP setara dengan 10MP saja.

Meski demikian, kelebihan dari sensor semacam ini adalah ukuran pikselnya juga setara dua kali lipat sensor biasa sehingga klaim Huawei soal masuknya cahaya lebih banyak merupakan hal yang masuk akal.

Kamera Zoom Luar Biasa

Kamera telefoto dari Huawei P30 Pro ini diberi nama "Periscope". Hal ini dikarenakan kamera zoom ini memiliki konsep kerja seperti periskop di kapal selam.

Hal ini berawal dari Huawei yang tidak ingin mengorbankan banyak ruang untuk membuat kamera telefoto. Pasalnya kamera telefoto yang baik akan memakan ruang yang besar.

Namun pada akhirnya, Huawei akhirnya memunculkan ide cerdas untuk membuat pengaturan ala kamera telefoto namun tegak lurus ke bawah, bukan ke belakang. Cahaya yang masuk diteruskan melalui prisma dan cermin layaknya periskop.

Konsep periskop ini jugalah yang memungkinkan Huawei yang dapat memasukkan konsep optical zoom 5x di sebuah kamera smartphone.

Tak cuma itu, Huawei mengklaim bahwa tak cuma optical zoom 5x, dengan mengkombinasikan data dari sensor utamanya, sensor ini bisa memperoleh gambar dengan lossless 10x hybrid zoom, dan juga zoom hingga 50x. Ini berupa digital zoom namun kualitasnya hampir setara optikal sehingga minim piksel yang pecah.

Terlebih lagi, dipadu dengan adanya stabilisasi optikal, mengambil gambar dengan zoom 50x pun hasil gambar tak akan kabur karena goyang.

AI

Kamera dengan spesifikasi yang canggih akan makin kaya fitur dengan sematan kecanggihan AI. Huawei sendiri menonjolkan fitur AI berupa HDR+, yang disebut bisa mengidentifikasi elemen-elemen tertentu seperti wajah, dedaunan, atau matahari.

Dari identifikasi tersebut akhirnya dibuat sebuah peta kecerahan, dan diaplikasikan ke gambar yang diambil.

Hal ini akan meminimalisir aspek gambar yang terlalu terang atau terlalu gelap. Hasilnya, gambar akan terasa memiliki kecerahan yang rata.

Night Mode

Huawei P30 Pro juga memiliki Night Mode. Konsep Night Mode yang luar biasa sebelumnya kita lihat di Pixel 3, di mana pengambilan gambar di malam hari dengan Night Mode bisa menghasilkan gambar yang terang layaknya siang hari. P30 Pro mengusung konsep serupa.

Night Mode dari P30 Pro ini memanfaatkan sensor SuperSpectrum yang telah dibahas di atas, serta digabungkan dengan kecerdasan AI dalam mengumpulkan data dari kecerahan gambar yang dipotret.

Hasilnya, Huawei membandingkan hasil foto malam hari dari P30 Pro, iPhone XS, dan Samsung S10 Plus, dan hasilnya cukup jauh. Sayangnya hasil foto ini tidak dibandingkan dengan Pixel 3 yang mengusung fitur revolusioner serupa.

Time of Flight

Terakhir ada kamera berbasis Time of Flight atau ToF yang bertugas sebagai sensor kedalaman. Sensor ini berfungsi dengan cara memancarkan cahaya dan menggunakan pantulan untuk menentukan seberapa jauh objek berada.

Hal ini dimanfaatkan Huawei untuk efek bokeh di portrait mode sehingga hasil bokeh dari jepretan moda portrait makin alami layaknya menggunakan lensa dari DSLR. Hasil akan alami karena perangkat bisa memperkirakan secara akurat jarak dari lensa ke objek.

Dual-view Video

Tak cuma soal kamera, P30 Pro dapat mengambil video dengan sensor utama dan sensor telefoto secara bersamaan. Keduanya akan dikombinasikan jadi satu video bersebelahan.

Menarik? [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Huawei
  2. Huawei P30
  3. Smartphone
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini