Demi iPhone terbaru, soal harga urusan belakangan

Rabu, 13 September 2017 11:41 Reporter : Fauzan Jamaludin
Peluncuran iPhone 8. ©REUTERS

Merdeka.com - Keriuhan dirilisnya iPhone terbaru menjadi perbincangan hangat saat ini. Produk anyar besutan perusahaan Steve Jobs ini, membawa segepok teknologi canggih. Salah satunya iPhone X (dibaca iPhone ten). Apple membenamkan chip terbarunya Apple A11 Bionic.

Prosesor ini adalah SoC enam inti yang yang terdiri dari dua high-performance core dan empat low-power core yang dapat berjalan bersamaan. Secara keseluruhan, prosesor yang diproduksi sendiri oleh Apple ini diklaim 30 persen lebih cepat ketimbang generasi sebelumnya.

Itu baru dari sisi prosesor dan hardwarenya. Belum lagi soal kamera dan desain bodi. Kamera yang disematkan di iPhone X ini, pastinya menggunakan dual kamera. Masing-masing kamera itu memiliki konfigurasi vertical masing-masing mengusung sensor 12MP dengan bukaan f/1.8, serta lensa telephoto dengan sensor 12 MP dan bukaan f/2.4 yang mampu menghasilkan gambar 2x zoom. Kemudian, dari segi bodi, iPhone X mengusung bodi aluminium dan dibingkai dengan stainless steel dan kaca di bagian belakang.

Segenap teknologi canggih dan tampilan elegan itu, tentu saja ada harga yang harus dibayar. Merujuk dari pemberitaan sebelumnya, iPhone X dengan storage 64 GB dibanderol dengan harga USD 999 atau setara dengan Rp 13 juta. Lalu untuk yang 256 GB dipatok harga Rp 15 juta.

Dengan harga tinggi yang harus dibayar, apakah iPhone X di Indonesia akan laku keras?

Menurut Gadget Enthusiast Lucky Sebastian, bila merujuk pada pengalaman produk iPhone sebelumnya, masyarakat Indonesia rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membelinya. Soal harga, urusan belakangan. Bahkan, tak jarang dibela-bela untuk menjadi orang pertama Indonesia yang menggenggam barang anyar itu.

“Orang Indonesia rela merogoh kocek untuk jadi yang pertama memilikinya, baik karena memang die hard fans atau karena status semata,” ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (13/9).

Asal tahu saja, kata Lucky, negeri ini bukanlah salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna iPhone tinggi. Namun, para pecinta iPhone ‘garis keras’ jangan di pandang sebelah mata. Jumlah mereka tidak sedikit. Meski begitu, sama seperti halnya smartphone lain yang memiliki pasar sendiri. Begitu juga dengan iPhone. Hanya saja, bila dibandingkan dengan kompetitornya akan sulit.

“Laku di Indonesia secara gaung iya, yang punya akan cukup banyak. Untuk sebanyak Samsung, sepertinya masih sulit. Tapi banyak juga generasi baru millenials juga yang akan menginginkan iPhone X. Jadi secara jumlah sepertinya tidak akan berkurang,” ungkap dia.

Lucky juga menilai, teknologi yang disematkan dalam iPhone X sejatinya bukan termasuk teknologi yang fresh. Di Android misalnya. Teknologi serupa dengan iPhone X seperti wireless charging, fast charging, layar oled, dan lain sebagainya, juga tersemat. Hanya saja akan berbeda pengalaman bila penggunanya betul-betul die hard fans.

“Tetapi penggemarnya akan tetap antusias, karena mereka sudah lama berharap punya teknologi 2 kelas atas,” kata dia.


[dzm]

Topik berita Terkait:
  1. IPhone 8
  2. IPhone X
  3. Apple
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.