Ciputra: Pendekatan bisnis digital kami beda dari Djarum Grup dan Lippo

Rabu, 31 Januari 2018 11:38 Reporter : Syakur Usman
Ciputra: Pendekatan bisnis digital kami beda dari Djarum Grup dan Lippo Ciputra. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kelompok usaha besar Ciputra akan membangun pusat inkubasi atau inkubator center di salah satu aset propertinya di Jakarta, untuk menciptakan lebih banyak wirausaha atau entrepreneur di Indonesia, terutama wirausahwan di sektor teknologi informasi atau internet. Pendekatan bisnis Ciputra Grup sangat berbeda dengan Djarum Grup atau Lippo yang ekspansif di bisnis digital.

"Kami akan membangun pusat inkubasi bagi wirausahawan di gedung Ciputra World I yang kini juga menjadi kantor pusat Tokopedia. Nanti kami akan bangun satu lagi," ujar Ir Ciputra, pendiri Ciputra Group, usai memaparkan rencana Artpreneur Talk 2018 di Jakarta, Selasa (30/1).

Kata pengusaha yang tampak sehat di usia 86 tahun ini, kelompok usahanya memiliki pendekatan sendiri terhadap bisnis digital yang sedang berkembang di Indonesia. Alih-alih melakukan akuisisi terhadap start up teknologi atau membangun divisi bisnis digital seperti yang dilakukan Djarum Group dan Lippo, Ciputra Group memilih membangun pusat inkubasi dan wirausaha yang menjadi pusat pelatihan dan pendidikan calon wirausahawan di segala sektor termasuk sektor bisnis digital. Perlu diketahui, Djarum Grup memiliki GDN Venture di bisnis

digital yang memiliki Blibli.com, Tiket.com, sedangkan Lippo Grup memiliki kepemilikan di Grab dan mataharimall.com.

"Kami ini fokus di bisnis properti. Jadi kami tidak investasi ke startup unicorn seperti Go-Jek karena harganya sudah mahal, misalnya. Tapi kami akan investasi kepada startup atau wirausahawan yang kami didik sendiri. Begitu model investasi kami di digital," katanya.

Kami, lanjut Ciputra yang memiliki 135 proyek properti di Indonesia dan empat

negara, mengungkapkan kami baru mulai di bisnis digital, karena selama ini fokus di bisnis properti. Pendekatan lainnya, kami akan membangun universitas wirausaha di Jakarta, seperti Prasetya Mulia.

Ini untuk mencetak wirausahawan sebanyaknya-banyaknya di Indonesia. Saat ini pihaknya sudah memiliki kampus yang

kurikulumnya sudah mengajarkan modul wirausaha, yakni Universitas

Tarumanegara, Universitas Ciputra, Universitas Pembangunan Jaya, dan

Universitas Bunda Mulia.

Rina Ciputra Sastrawinata, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, menambahkan tadi pagi ayah saya (Ciputra) sudah setuju kami akan membuat unit baru,

yakni unit entrepreneurhsip. Unit ini menjadi perpanjangan tangan kami

untuk melatih calon wirausahawan-wirausahawan di Indonesia, terutama yang terkait di bisnis digital.

Artpreneur Talk 2018

Terkait event Artpreneur Talk 2018, Rina menjelaskan, bertempat di Ciputra

Artpreneur Theater, Artpreneur Talk 2018 memilih generasi milenial sebagai pokok pembahasan dengan tema "Converting Millennials Into New Brand Lovers". Ini merupakan event pertama Ciputra Artpreneur yang akan dilakukan pada 14 Februari 2018.

Event ini akan menampilkan narasumber berpengaruh, seperti William Tanuwijaya, Co-Founder dan CEO Tokopedia; Piotr Jakubowski, Chief Marketing Officer Go-Jek; Revie Sylviana, Business Development Director Line Indonesia, dan lain-lain. Event ini juga akan menyoroti konsumen generasi milenial di Indonesia dan bagaimana suatu merek bisa berkomunikasi dengan salah satu pasar unik tersebut di Indonesia. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Ciputra
  2. Grup Lippo
  3. Digital
  4. Teknologi
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini