Canggihnya Fitur Motion Sense Google Pixel 4, Tak Perlu Pakai Touchscreen!

Rabu, 16 Oktober 2019 15:29 Reporter : Indra Cahya
Canggihnya Fitur Motion Sense Google Pixel 4, Tak Perlu Pakai Touchscreen! Fitur Motion Sense Pixel 4. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Jika Anda perhatikan, Google memasang bezel yang sangat tebal di bagian atas perangkat terbarunya yakni Pixel 4 dan Pixel 4XL. Tentu ini keputusan desain yang unik, mengingat hampir semua smartphone bezel-less.

Tentu ini bukan sebuah keputusan desain semata. Google memberi bezel tebal di bagian atas untuk mengakomodir adanya sebuah sensor pengenalan gestur. Google memberinya nama Motion Sense.

Sensor berbasis radar ini menggunakan sebuah chip khusus bernama Soli, dan mengklaim bahwa ini adalah "teknologi penginderaan baru yang menggunakan radar mini untuk medeteksi interaksi gerakan tanpa sentuhan."

Apa yang dilakukan Google ini sebelumnya telah dijadikan fitur oleh LG di flagship teranyarnya yakni LG G8 ThinQ. Smartphone tersebut memiliki fitur Multi ID dan algoritma hand-tracking yang diaktifkan oleh kamera depannya, dengan memanfaatkan gelombang radar.

Namun, banyak hal yang bisa dilakukan pula oleh fitur Motion Sensing dari Pixel 4. Mari kita ulas satu-persatu, seperti yang dilansir dari Phone Arena.

1 dari 3 halaman

Cara Kerja Motion Sense

Prinsip kerja dari fitur Motion Sense ini adalah deteksi gerakan dengan radar. Sebenarnya ini adalah konsep yang sama dengan radar yang digunakan untuk mendeteksi pesawat terbang. Hanya saja, radar di Pixel 4 ini bergantung pada sebuah chip yang ukurannya sekecil kuku jari kelingking kita.

Uniknya, FCC yang merupakan Kemkominfo AS, melarang Google Pixel 4 untuk naik ke pesawat karena radarnya akan mengganggu pita frekuensi. Namun akhirnya kini FCC telah mengizinkan.

Kembali ke soal cara kerja Motion Sense, Google menyebut bahwa radar Soli yang dipadu dengan perangkat lunak bawaannya, dapat melacak herakan sub-milimeter dengan kecepatan dan akurasi tinggi. Hal ini dilakukan chip Soli dengan cara memancarkan gelombang elektromagnetik secara luas, lalu dipantulkan kemnali ke antena kecil di dalamnya.

Kombinasi sensor dan algoritma dari softwarenya lalu menghitung adanya perbedaan gelombang yang dipantulan, yang akhirnya dikonversi sebagai karakteristik dan dinamika objek. Hal ini berupa ukuran, bentuk, oerientasi, material, jarak, dan kecepatan.

Google sendiri menyempurnakan deretan algoritma yang disematkan untuk Motion Sensing ini. Pasalnya, chip Soli tak akan bisa mengenali gerakan yang lebih masif. Oleh karena itu, dalam gerakan tertentu, banyak sekali penginderaan dan prediksi yang murni dilakukan oleh algoritma Google yang canggih.

Dengan ini, teknologi ini bisa dikatakan lebih unggul ketimbang kamera 3D yang ada di beberapa smartphone seperti Face ID milik Apple, atau ToF milik Samsung Note 10+. Pasalnya, tidak ada ketergantungan terhadap kondisi cahaya serta bisa diaplikasikan terhadap gerakan.

2 dari 3 halaman

Gerakan Jadi Lebih Alami

Gerakan tangan untuk mengontrol smartphone dari jarak jauh jadi makin alami berkat adanya Motion Sense. Pasalnya, menggunakan teknologi berbasis radar, gerakan alami akan tetap bisa ditangkap dengan baik oleh sensor.

Bahkan, gerakan seperti mencubit bisa diaplikasikan sebagai menekan tombol, serta menggeser jempol di atas jari bisa diaplikasikan sebagai menggeser. Selain itu, gerakan-gerakan standar seperti swipe kanan untuk mengganti atau geser lagu bisa digunakan dengan sangat baik tanpa menyentuh layar.

Dalam video di bawah ini dijelaskan bahwa menggunakan pembelajaran mesin dan algoritma, smartphone ini mengerti intensi kita dalam menggunakan gestur.

Dicontohkan, ketika kita membawa cangkir di atas smartphone, tidak serta merta smartphone akan mengira itu perintah swipe. Kita melambai ke arah lain namun di depan smartphone, bukan berarti itu arah lambai untuk memerintahkan smartphone untuk tugas tertentu juga. Disebut, radar ini sangat sensitif dan sangat memahami niatan pengguna dalam menggunakannya.

3 dari 3 halaman

Tugas yang Bisa Dilakukan Motion Sense

Dengan teknologi gestur ini, dengan mudah Anda bisa mengganti lagu atau konten di Spotify dan Youtube. Layar Pixel 4 akan memancarkan cahaya tipis kala perintah gestur Anda berhasil dilakukan sehingga pengguna tahu kalau perintah gestur berhasil.

Selain itu, fitur ini juga bisa digunakan untuk mengecilkan suara dan menunda alarm, mematikan timer, serta menolak telepon masuk.

Fitur ini juga bisa digunakan untuk main gim dan juga digunakan untuk hiburan di wallpaper interaktifnya. Dalam presentasinya semalam, Google menampilkan wallpaper bernama Come Alive yang memperlihatkan Pikachu dapat merespons gerakan Anda. Anda juga dapat membelai si Pokemon, dan ia akan bangun kala Anda mengambil smartphone Anda.

Google sendiri menjanjikan lebih banyak fitur yang disematkan untuk Motion Sense.

Menarik? [idc]

Baca juga:
Redmi Note 8 Resmi Diluncurkan di Indonesia Besok, Ini Spesifikasinya!
Google Resmi Perkenalkan Pixel 4 dan 4 XL, Ini Spesifikasi dan Harganya!
Huawei Mate 20 Series Dapat Android 10, Mate 30 Series Belum
Keunggulan dan Spesifikasi Realme XT, Performa dan Kamera Apik Harga Murah
Redmi Note 8 Series Diperkenalkan di Indonesia 17 Oktober Mendatang
Motorola Akan Segera Rilis Smartphone Kamera Selfie Popup 32MP

Topik berita Terkait:
  1. Smartphone
  2. Google Pixel
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini