BukuWarung Galang Pendanaan Praseri A

Rabu, 8 Juli 2020 16:00 Reporter : Fauzan Jamaludin
BukuWarung Galang Pendanaan Praseri A Ilustrasi startup. © CBC

Merdeka.com - BukuWarung, startup peserta program akselerasi Y Combinator yang menyediakan aplikasi pencatatan keuangan dan pengelolaan transaksi kredit untuk usaha mikro, mengumumkan penggalangan pendanaan Praseri A yang dipimpin oleh Quona Capital. Quona Capital merupakan perusahaan modal ventura yang berfokus di sektor teknologi finansial di pasar berkembang.

Investor existing BukuWarung yaitu East Ventures, AC Ventures, Golden Gate Ventures, Tanglin Venture Partners, dan Michael Sampoerna pun ikut berpartisipasi di ronde pendanaan terbaru ini. Para founder Snapdeal, yang juga merupakan investor di Khatabook, juga bergabung sebagai penanam modal.

Setelah ronde terbaru ini, total pendanaan yang dikumpulkan oleh BukuWarung mencapai 8 digit. Mayoritas dari 60 juta UMKM di Tanah Air—yang berkontribusi kepada 60 persen PDB Indonesia—masih mengandalkan proses manual dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan.

BukuWarung adalah aplikasi akuntansi yang membantu pemilik usaha mikro untuk mengelola transaksi tunai dan kredit. Notifikasi tagihan utang yang dikirim secara otomatis membuat pemilik usaha yang telah menggunakan aplikasi BukuWarung menerima pembayaran utang 3x lebih cepat.

Pengguna bisa memantau arus kas dengan mudah karena aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mencatat berbagai jenis transaksi termasuk kredit, pengeluaran, dan penjualan yang kemudian bisa disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Saat ini, lebih dari 600.000 pedagang di sekitar 750 lokasi di Indonesia telah menggunakan aplikasi BukuWarung.

"Layanan yang fokus kepada usaha mikro di Indonesia sangat sedikit. Mereka juga kesulitan untuk mengakses layanan finansial berkualitas," kata Co-founder BukuWarung Abhinay Peddisetty.

"Akses yang terbatas ke bank dan institusi keuangan lain membuat pelaku usaha mikro mengandalkan pulpen, kertas, dan kalkulator untuk mencatat transaksi tunai dan kredit di toko mereka. Visi kami adalah membangun infrastruktur digital untuk 60 juta UMKM di Indonesia, yang diawali dengan aplikasi sederhana untuk pencatatan keuangan dan pembayaran digital. Quona Capital memiliki pengalaman panjang dalam mendorong inklusi keuangan di pasar negara berkembang. Mereka adalah partner yang tepat untuk turut serta mengembangkan infrastruktur digital Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Co-founder BukuWarung Chinmay Chauhan mengatakan, bahwa kami berpengalaman membangun produk untuk usaha mikro di Asia Tenggara.

"Kami berdua berasal dari keluarga pemilik usaha mikro sehingga memahami kesulitan mereka dalam mengelola arus kas dan mengakses pinjaman untuk mengembangkan bisnis. Kami mendesain produk yang bisa digunakan dengan mulus oleh pelaku usaha pemilik ponsel low-end, kapasitas penyimpanan yang sedikit, atau konektivitas data terbatas. Dengan fokus ke produk yang simpel, kini BukuWarung telah melayani 50 jenis bisnis termasuk warung, toko kelontong, pedagang bahan makanan, kios pulsa, toko grosir, dan pedagang online," Chinmay.

Baca Selanjutnya: Kata Investor...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Digital Startup
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini