BRI Satellite, strategi BRI untuk menghemat biaya

Selasa, 7 Juni 2016 15:59 Reporter : Indra Cahya
BRI Satellite, strategi BRI untuk menghemat biaya Persiapan menjelang peluncuran BRIsat. © twitter.com/Arianespace

Merdeka.com - Beberapa hari ini rencana peluncuran satelit BRI atau BRIsat santer diperbincangkan. Bukan tanpa alasan, mengingat peluncuran satelit ini sarat kebanggaan yang membuat Indonesia kembali jadi sorotan dunia.

Betapa tidak, BRIsat menjadi satelit komunikasi pertama di dunia yang dimiliki sekaligus dioperasikan oleh bank. Apalagi BRI merupakan perusahaan terbuka, jadi saham mayoritasnya masih dimiliki negara. Di sisi lain, keputusan BRI dalam meluncurkan satelit dianggap tepat, karena secara tak langsung berani mengembalikan kedaulatan Indonesia di antariksa.

Seperti diketahui, BRIsat akan mengorbit pada slot 150.5 Bujur Timur. Slot tersebut sebelumnya digunakan oleh Palapa C2 yang dimiliki Indosat. Inilah sisi patriotismenya. Sejak Indosat dijual, satelit dan slot orbit juga ikut pindah ke pihak asing.

Kesuksesan BRIsat mengorbit pada 9 Juni 2016 WIB nanti, secara tak langsung membuat Indonesia akhirnya bisa kembali menempati slot orbit yang konon diperebutkan banyak negara, lantaran posisinya yang cukup strategis.

Sementara dari pihak internal BRI, pembelian satelit sudah terpikirkan secara matang sejak beberapa tahun silam. Pesatnya perkembangan industri perbankan di era digital, menuntut kualitas pelayanan yang lebih optimal. Salah satunya dengan infrastruktur teknologi dalam bentuk satelit.

Hadirnya BRIsat dapat memberikan jangkauan pelayanan yang lebih luas hingga ke pelosok. Dari segi biaya operasional, BRI juga mengakui memiliki satelit pribadi dapat membantu penghematan biaya telekomunikasi.

Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, mengakui setiap tahun pengeluaran rutin BRI untuk komunikasi mencapai Rp 500 miliar. Jika punya satelit sendiri, biaya sewa bisa dipangkas. Hasilnya, dapat diperoleh penghematan sebesar 50 persen, atau BRI hanya perlu mengeluarkan biaya operasional untuk komunikasi sebesar Rp 250 miliar. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Satelit BRI
  2. Satelit Indonesia
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini