Bos GDP Venture Kritik Gerakan Nasional 1.000 Startup

Selasa, 3 Desember 2019 08:17 Reporter : Fauzan Jamaludin
Bos GDP Venture Kritik Gerakan Nasional 1.000 Startup Ilustrasi startup. © CBC

Merdeka.com - CMO GDP Venture, Danny Oei Wirianto menyebutkan bahwa gerakan 1.000 startup tidak efisien mengembangkan ekosistem digital. Bahkan, dirinya menyebutkan gerakan latah. Hal itu dia utarakan saat acara Selular Telco Outlook 2020 di Jakarta, Senin (2/12).

"Jujur aja saya paling menentang program 1.000 Startup ini. Saya bilang lah kok latah. Semuanya mau bikin startup baru," kata dia.

Ia mengatakan hal itu langsung kepada Rudiantara saat menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Menurutnya, banyak perusahaan-perusahaan yang sudah bagus di negeri ini. Hanya saja, tak memiliki akses finansial.

"Atau, gak punya akses yang diberikan kemudahan untuk bisa lebih unggul daripada saingannya," kata dia.

Selain itu pemerintah bisa juga bisa memberikan insentif agar para startup bisa menyewa data center di perusahaan cloud. Hal ini lebih baik ketimbang menciptakan banyak startup baru lewat Gerakan 1000 Startup.

"Menciptakan lebih gampang daripada mengembangkan," ungkapnya.

Perlu diketahui, Gerakan Nasional 1.000 Startup sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh KIBAR sebagai penggagas dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

1 dari 1 halaman

Startup Masih Fokus B2C

Menurutnya Danny, startup sekarang masih terfokus terhadap model bisnis Business to consumer (B2C) daripada Business to Business (B2B). Padahal, ceruk pasar B2B masih begitu besar untuk digarap.

Dia menyontohkan, belum banyak startup yang bermain di bidang agraria, peternakan dan manufaktur. Danny menduga jika anak muda sekarang melihat ketiga bidang tersebut tidak menarik untuk dikembangkan.

"Padahal yang virgin market shared itu pertanian, peternakan dan juga ware house," kata Danny.

[faz]
Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini