Blak-blakan bos Xiaomi soal pencapaian dan rencana bangun pusat riset

Kamis, 21 Desember 2017 10:56 Reporter : Fauzan Jamaludin
Blak-blakan bos Xiaomi soal pencapaian dan rencana bangun pusat riset CEO Xiaomi Lei Jun. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Xiaomi nampaknya tak akan main-main di pasar Indonesia. Keseriusannya itu terlihat dari beberapa seri produk yang kini rutin diluncurkan. Terakhir, baru saja Redmi 5A yang memiliki spesifikasi RAM 2 GB dan memori 16 GB dirilis di negeri ini dengan dibanderol harga Rp 999.000. Harga itu, jauh lebih murah dari pasar China yakni Rp 1,3 juta.

Sinyal keseriusan lain Xiaomi terlihat juga dari kedatangan Founder & CEO Xiaomi Global, Lei Jun pada acara launching Redmi 5A. Jun bukan kali pertama datang ke Indonesia. Sebelumnya, ia pernah datang dalam acara yang bertajuk “The Xiaomi Way of Innovation” pada September lalu. Praktis, ini kali kedua dia datang ke negeri ini.

Kepada awak media yang hadir, Jun mengungkapkan betapa perusahaannya akan benar-benar hadir untuk pasar Indonesia. Persis pernyataan yang pernah ia sampaikan kala datang pertama kali. Semacam ingin mempertegas bahwa Xiaomi siap bersaing dengan jajaran smartphone tanah air.

“Indonesia merupakan pasar inti bagi kami. Keseriusan kami juga terlihat di mana para petinggi Xiaomi pun hadir di sini,” ungkapnya usai acara peluncuran produk Redmi 5A di Ritz Carlton, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (20/12).

Selain potensi pasar yang masih menggiurkan, pernyataannya terkait negeri ini menjadi pasar utamanya disebabkan hasil penjualannya juga menggembirakan. Jun, mengutip hasil survey dari GfK terbaru mengatakan, bahwa perusahaan besutannya itu masuk dalam jajaran smartphone terlaris di republik ini.

“Hasil yang didapatkan di Indonesia sangat memuaskan. Berdasarkan data GfK, posisi kami berada di urutan ketiga,” jelasnya.

Keberadaan Xiaomi di Indonesia secara resmi memang terbilang baru. Maksudnya, memiliki kantor dan karyawan. Sebelumnya, tidak ada. Namun, produk-produknya selalu mewarnai persaingan di jagat ponsel tanah air.

Barulah ketika pemerintah menetapkan aturan tingkat komponen lokal dalam negeri atau TKDN untuk ponsel 4G, Xiaomi mulai hadir. Menyeriusi pasar Indonesia. Bekerja sama dengan partner lokal untuk bisa memenuhi aturan itu.

Bahkan Xiaomi berencana akan menambah investasinya dengan membangun pusat riset. Sayangnya, kapan hal itu bisa terealisasi belum diketahui. Terlebih soal jumlah investasinya. Kata Jun, semuanya tengah dalam tahap pembahasan.

“Nilainya yang pasti sedang dalam pembahasan. Nanti kalau sudah pasti, Country Manager Xiaomi Indonesia yang akan mengumumkan,” terangnya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Smartphone
  2. Xiaomi
  3. Lei Jun
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini