BlackBerry ternyata sejak lama mau 'dimata-matai' pemerintah

Rabu, 20 April 2016 15:02 Reporter : Bramy Biantoro
BlackBerry ternyata sejak lama mau 'dimata-matai' pemerintah BlackBerry Passport. ©REUTERS/Aaron Harris

Merdeka.com - Di saat Apple begitu ngotot tidak mau meladeni permintaan FBI untuk membantu peretasan iPhone meskipun iPhone itu milik seorang teroris, BlackBerry justru melakukan hal sebaliknya.

Berdasarkan isi blog Inside BlackBerry, CEO BlackBerry John Chen mengatakan bila perusahannya sudah 'bekerja sama' dengan pemerintah Kanada sejak tahun 2010. Mulai 6 tahun lalu, BlackBerry memberikan kunci dekripsi sistem keamanan komunikasi perangkatnya pada Kepolisian Kanada.

Lebih lanjut, seperti yang dilansir oleh Phone Arena (19/04), berkat kunci dekripsi itu Kepolisian Kanada telah menyadap dan membuka kunci keamanan lebih dari 1 juta pesan BlackBerry. Aksi ini dilakukan dalam sebuah investigasi kasus pembunuhan yang terjadi di tahun 2010-2012.

Berkat kerjasama BlackBerry itu, Kepolisian Kanada disebut berhasil memenjarakan 7 orang yang dituduh melakukan pembunuhan salah satu anggota mafia di Montreal, Kanada.

"Bagi BlackBerry, ini adalah keseimbangan antara melakukan hal yang tepat, seperti membantu penangkapan pelaku keriminal, dan mencegah pemerintah melanggar privasi warganya, contohnya saat kami menolak memberikan Pakistan akses ke server kami," ujar John Chen.

Chen juga menambahkan bila kunci dekripsi itu hanya diberikan untuk membuka pesan BlackBerry, sementara untuk keamanan server sistem keamanan BES dari BlackBerry tetap terjaga. BlackBerry BES disebut tidak dapat ditembus karena tidak memiliki 'pintu belakang' sama sekali. [bbo]

Topik berita Terkait:
  1. Smartphone
  2. Blackberry
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini