BlackBerry Jakarta belum tentu dibuat di Indonesia

Rabu, 15 Januari 2014 08:38 Reporter : Arif Pitoyo
BlackBerry Jakarta belum tentu dibuat di Indonesia blackberry. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - BlackBerry bersama Foxconn disebut-sebut akan memproduksi ponsel pintar murah BlackBerry Jakarta di Indonesia.

Namun, sepertinya rencana tersebut hanya rencana dan jauh dari realisasi, pasalnya, hingga kini investasi dan rencana Foxconn bangun pabrik masih tak menentu, dan mungkin saja BlackBerry Jakarta malah dibuat di China.

Sebelumnya tersiar kabar kalau pabrik Foxconn akan beroperasi awal tahun ini. Pabrikan gadget asal Taiwan sebelumnya sudah memastikan membangun pabrik di Indonesia dan menggelontorkan investasi sebesar USD 5-10 miliar untuk jangka waktu hingga 10 tahun ke depan.

Komitmen investasi itu pernah disampaikan langsung Chief Executive Officer (CEO) Foxconn Terry Gou kepada Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

"CEO Foxconn Terry Gou datang dan berbicara bersama saya dan Pak Gita. Pada prinsipnya, Terry Gou menyatakan sudah berunding dengan partnernya. Dia juga berbicara terkait fasilitas yang diminta, kata Hidayat kepada wartawan tahun lalu.

Hidayat juga mengungkapkan rencananya mulai tahun depan Foxconn akan membangun pabrik yang dilengkapi laboratorium di Indonesia.

Hanya saja, ada kendala aturan yang masih menghambat Foxconn. "Foxconn meminta keterlibatan langsung pemerintah. Kami telah membangun laboratorium untuk Foxconn agar dapat melakukan risetnya. Di China, Foxconn mendapatkan fasilitas itu. Saya rasa dalam dua atau tiga bulan ini akan selesai. Jadi, awal tahun depan (tahun ini) sudah pas, dia pasti bangun," jelas Hidayat beberapa waktu yang lalu.

Di dalam negeri, Foxconn akan bermitra dengan Erajaya Swasembada. Selain Erajaya, Foxconn juga akan bermitra dengan A2Z Technology serta perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan pengembang di Kawasan Industri Jababeka.

Erajaya dengan Eraphone-nya menguasai 30 persen pasar pangsa dalam negeri, dengan 400 gerai ritel dan 25 ribu jaringan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, C Triharso, Foxconn menjanjikan akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi, di mana rantai pasok untuk pasar ASEAN akan berpusat di Indonesia.

"Janjinya bukan main. Waktu pertama kali datang mereka bilang akan menciptakan lapangan kerja besar hingga puluhan ribu orang. Waktu itu mereka juga bilang mau angkat 1.000 orang di kirim ke Taiwan untuk dididik bikin ponsel," ungkap Triharso dalam situs Kemenperin. [nvl]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini