Bisnis media digital lagi panas-panasnya

Sabtu, 25 April 2015 20:28 Reporter : Fauzan Jamaludin
Bisnis media digital lagi panas-panasnya Ilustrasi Digital Startup. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Bisnis media digital saat ini memang sedang mengalami fase peningkatan yang sangat signifikan. Terlihat dari potensi pertumbuhan iklan yang mencapai 200 persen per tahun. Sementara, menurut data dari e-Marketer, total belanja iklan media di Indonesia tahun 2015 akan mencapai angka $12,94 miliar (sekitar Rp 163 triliun). Nilai tersebut naik 16% ketimbang belanja iklan di tahun 2014.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Sekjen APJII, Sapto Anggoro. Menurutnya, bisnis media digital masih sangat seksi untuk dikembangkan di Indonesia. Meski begitu, semakin menariknya bisnis media digital, maka beragam terobosan harus banyak dilakukan agar tak ditelan persaingan bisnis. "Masih sangat menarik dan bergairah. Tapi harus napas panjang dan banyak terobosan yang spesifik," ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, (25/04).

Dirinya pun memprediksikan jika bisnis media digital ini masih akan terus tumbuh di masa mendatang. Tapi sayangnya, Sapto tidak menjelaskan secara detail sampai kapan juga bisnis ini bakal terus tumbuh. "Masih amat sangat panjang. Tapi bentuknya dan model bisnisnya akan bervariasi," ujarnya.

Terkait soal joint venture yang dilakukan MediaCorp ke KapanLagi Network (KLN) atau mungkin isu yang sedang berkembang yakni akuisisi anak perusahaan Lippo Group, Link Net - perusahaan internet provider - oleh MNC Group untuk mengembangkan basis Internet Protocol Television (IPTV), juga ditanggapi Sapto adalah hal yang wajar. Pasalnya, kata dia, melihat dari sisi KLN sebagai startup perlu dana untuk membesarkan bisnis tersebut.

"Hal yang wajar soal itu. Startup juga perlu dana untuk membesarkannya, VC dan Multinasional company juga tidak mau tertinggal oleh kreativitas startup yang ideanya unik. Dan bisa lebih dikembangkan. Jadi ini simbiosis mutualisme dan metamorfosis jadi ekosistem yang saling menguntungkan dan menghidupi," paparnya yang juga menjabat sebagai Chief News Officer (CNO) KLN ini.

Dirinya juga mengatakan bahwa bisnis media digital belum mengalami masa jenuh sehingga perlu adanya kerjasama yang saling menguntungkan. "Loh bisnis ini masih belum jenuh, mungkin masih permulaan. Sebenarnya gak selalu caplok caplokan itu bisa jadi strategic alliance," jelasnya. Dirinya juga berpegang pada data tentang iklan digital yang terus tumbuh.

"Faktanya bisnis iklan digital naik terus hampir 200persen pertahun sedang lainnya stag atau menurun," singkatnya. [hwa]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini