Bisnis HaloDoc Ketika Pandemi: Kami Langsung Pivot

Selasa, 1 September 2020 10:22 Reporter : Fauzan Jamaludin
Bisnis HaloDoc Ketika Pandemi: Kami Langsung Pivot Aplikasi Halodoc. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Di tengah pandemi Covid-19, perusahaan-perusahaan startup ramai-ramai mengubah model bisnis namun sesuai dengan core bisnis mereka. HaloDoc contohnya.

Hal itu disampaikan Dionisius Nathaniel, Chief Marketing Officer Halodoc. Dia dengan tegas menyebutkan bahwa perusahaan mesti mengambil kebijakan yang berfokus pada kebutuhan pengguna untuk bertahan di tengah pandemi.

"Kiat untuk survive yang pertama itu user-centric. Kalau bahasa saya, user atau target market kita harus satu frekuensi sama kita," kata Dion saat diskusi daring yang bertajuk ‘Startup Indonesia di Tengah Pandemi’ yang digelar Forum Wartawan Teknologi (Forwat), Senin (31/8).

Meski health-tech merupakan sektor yang terdampak secara positif, Halodoc pun mengambil langkah pivot karena melihat kebutuhan pasar.

"Pada bulan Maret, kita langsung pivot, gimana caranya kita men-support Indonesia dengan menyediakan tes sebanyak mungkin. Sampai sekarang, kita sudah memfasilitasi lebih dari 200 ribu tes kombinasi rapid dan PCR," ujar Dion.

Beberapa gebrakan perusahaan yang disesuaikan dengan kondisi pasar juga termasuk drive through rapid test.

"Di awal-awal pandemi, kami juga termasuk yang pertama kali drive through rapid test, saat itu di Kemayoran. Fasilitas itu di beberapa kota besar saat ini masih ada," kata Dion.

2 dari 2 halaman

Selain itu, mengingat pentingnya penilaian risiko dini untuk mengetahui gejala Covid-19 yang juga sejalan dengan anjuran pemerintah, Halodoc merilis Chatbot yang memfasilitasi hal itu. Layanan ini, menurut Dion, sangat berguna karena dapat menjadi pertimbangan matang bagi pengguna untuk secara mandiri mengetahui apakah dia perlu melakukan tes di rumah sakit, karantina mandiri, dan sebagainya.

"Untuk chatbot preliminary risk assesment, traffic hingga Juli kemarin sudah lebih dari 9 juta kali," kata Dion.

Yang menarik, kata Dion, dalam fitur Chat with Doctor, diketahui jika konsultasi meningkat drastis, termasuk terkait Kesehatan Jiwa. Selain itu, Halodoc juga mencatat pertumbuhan yang signifikan dan kini terdapat 20 juta pengguna aktif tiap bulannya.

Sebelumnya, Halodoc juga menginisiasi Chat with Doctor gratis di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-75 pada 17 Agustus 2020 sebagai perwujudan Gerakan #MerdekaDariCOVID19.

"Sampai saat ini kami telah bermitra dengan 20.000 dokter dan ribuan farmasi di lebih dari 100 kota untuk delivery obat. Kalau untuk farmasi delivery (Toko Kesehatan), kami memiliki kemitraan strategis dengan Gojek, sehingga layanan ini tersedia di wilayah-wilayah yang ter-cover oleh Gojek," ujar Dion.

[faz]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Aplikasi Smartphone
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini